Virtual Run Unigal Bisa Menjadi Solusi Para Pencinta Lari Saat Covid-19

oleh -0 views
Virtual Run Unigal

INSIDEN24 – Virtual Run Unigal (Universitas Galuh) Ciamis,  bisa menjadi solusi para pencinta lari saat pandemi Covid-19 ini.

Pernyataan tersebut dari Ketua Pelaksana Lomba Virtual Run Unigal Ciamis, Dr. Dadi, M,Si. Pihaknya menjelaskan, itu bisa menjadi solusi bagi para pencinta lari saat kondisi Covid-19 ini. Bahkan, itu bisa juga bagi yang baru mau mencoba aktif dalam kegiatan lari.

“Maka, kami, Unigal Ciamis mengadakan lomba Virtual Run, yakni lari yang menggunakan bantuan aplikasi Strava. Silakan daftarkan segera kepada kami, pendaftaran dimulai dari tanggal 1-30 Mei 2021 dan periode lari mulai pada tanggal 05-12 Juni 2021,” jelas Dadi yang juga sebagai Direktur Pascasarjana Unigal Ciamis.

Dadi menyampaikan, Virtual Run bisa kita lakukan di tengah padatnya aktivitas masyarakat saat ini. Selain itu, kita sulit jika mengikuti acara perlombaan lari (offline race) di tengah pandemi seperti ini. Kesulitannya bisa dari dari segi waktunya dan juga biaya akomodasinya untuk ke berbagai kota-kota besar.

“Maka, adanya Virtual Run, para pecinta lari di seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke bisa ikut merasakan keseruan berlari tanpa harus berdesak-desakan,” paparnya.

Dadi menyatakan, walau ini Virtual Run, tetapi kita masih bisa mendapatkan koleksi marcendise-nya. Itu seperti kaos jersey, medali dan yang lainnya. Tentunya, kualitasnya sama dan tidak kalah bergengsinya dengan perlombaan lari secara offline.

“Kemudian  yang paling penting sekali adalah tetap dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya. Tentunya, itu melalui Virtual Run yang kita selenggarakan,” ungkapnya.

Virtual Run Unigal Menggunakan Aplikasi

Direktur Utama (Dirut) Lomba Virtual Run Unigal , Dr. Dede Iman Suhendra,M.Pd menjelaskan, meski dilakukan virtual, pelaksanaannya tetap lari seperti biasa secara masing-masing. Namun, bedanya, mereka harus melaporkan hasil larinya melalui aplikasi Strava berupa jarak tempuh lari yang peserta tempuh.

“Jadi, ketika mereka mengunduh aplikasi Strava, nantinya akan terhubung ke situs (web) kita, maka, nanti kita bisa memantaunya,” ungkap Dede yang juga sebagai Dosen Pendidikan Jasmani Unigal Ciamis.

Dede menegaskan, bulan puasa identik dengan lemas, letih dan lesu. Namun, itu akan terasa sangat berbeda apabila bergerak pada waktu-waktu tertentu.

“Jadi, saya sampaikan, olahraga pada bulan puasa ini bagus. Salah satunya, olahraga lari selama 5 hingga 10 menit saja sudah bagus,” ungkapnya.

Tentunya, lanjut Dede, jarak tempuh lari bisa menyesuaikan dengan usia dan kemampuan.

“Jadi, jangan takut bisa batal puasa saat olahraga atau kehabisan energi. Sebab, olahraga lari bisa memberikan manfaat yang bagus bagi tubuh. Namun, kita tetap harus menyesuaikan olahraganya dengan baik,” terangnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.