Menko PMK Instruksikan Kepala Daerah Memperkuat dan Mengevaluasi Posko Satgas Covid-19

oleh -7 views
Menko PMK

INSIDEN24 – Menko PMK (Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Muhadjir Efendy instruksikan semua Kepala Daerah agar memperkuat dan mengevaluasi satgas Covid-19.

Pernyataan tersebut dari Menko PMK saat acara rapat koordinasi Nasional Penguatan Penananan Covid-19. Acaranya, Kamis (19/8/2021) siang dengan Kepala Daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten se-Indonesia secara virtual.

Ada dari Ciamis juga yang ikut hadir dalam acara secara virtual tersebut, yakni Sekretaris Daerah Ciamis, H Tatang di ruang ULP Setda Ciamis.

Menurut keterangan Muhadjir Efendy, rakor tersebut sebagai tindak lanjut arahan presiden yang telah menunjuk Menko PMK sebagai koordinator gerakan solidaritas dan kedermawanan.

Ia lalu menerangkan point arahan gerakan solidaritas nasional penanganan Covid-19 tersebut. Itu terdiri atas penyaluran program perlindungan sosial.

Selain itu, koordinasi dan kolaborasi semua pihak. Kemudian, penguatan kapasitas penanganan Covid-19 di lembaga serta peningkatan semangat kepedulian masyarakat.

“Sebagaimana di ketahui dalam upaya penanganan Covid-19, pemerintah melakukan pendekatan pentahelix. Itu seperti dengan pendekatan dengan berbagai unsur, baik akademisi, media, pengusaha dan lainnya,” paparnya.

Selanjutnya, Beliau juga berpesan kepada seluruh Kepala Daerah untuk memperkuat dan mengevaluasi posko satgas Covid-19. Baik dari tingkat provinsi sampai tingkat RW/RT.

“Saya juga minta izin untuk menekankan komitmen pada Gubernur dan Bupati. Itu untuk kembali memperkuat dan mengevaluasi posko satgas Covid-19 sampai tingkat RW/RT. Selain itu, juga percepatan penyaluran bansos di daerah dan percepatan pelaksanaan vaksinasi,” tambahnya.

Kemudian, menurut Kepala BNPB, Ganip Warsito, percepatan penanganan Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Namun, itu juga harus secara gotong royong dari semua pihak melalui kolaborasi pentahelix.

“Jadi, kolaborasi pentahelix merupakan kerja sama multipihak yang bersifat sinergis,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia juga menerangkan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas. Itu diantaranya terdiri dari pemerintah (regulator). Serta, media (katalisator), akademisi (konseptor), swasta (enabler) dan masyarakat (akselerator).

“Maka, dengan adanya kolaborasi tersebut, di harapkan semua pihak dapat berupaya memutus penyebaran Covid-19 dengan perannya masing-masing,” tuntasnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.