Terlilit Utang Judi Online lalu Gelapkan Uang Temannya, Lapor Polisi Mengaku Dirampok di Cibalong  

oleh -2 views
Terlilit Utang Judi Online

INSIDEN24 – Terlilit utang judi online, lalu menggelapkan uang temannya sebesar Rp 12,5 juta dan melapor polisi dengan bersandiwara mengaku dirampok.

Itulah kelakuan Tersangka IJ (30), pemuda warga Kampung Karangmekar, Desa Rancabakung, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Pada Minggu (22/8/2021) siang, aparat kepolisian Polsek Cibalong masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka.

Kapolsek Cibalong Iptu Jaja Hidayat, mengatakan, awalnya IJ mengaku telah mengalami perampokan di Jalan Raya Cibalong, Jumat (20/08/21). Pengakuannya itu sempat viral di video media sosial.

“Bahkan video itu mengundang simpati warga, dari pengakuan IJ perampoknya menodongkan senjata api. Kunci motor di ambil dan di lempar, ia mengaku uang Rp 12,5 juta di ambil perampok,” ucap Jaja.

Bahkan, tambah Kapolsek, IJ pun melapor kepada polisi sehingga anggotanya melakukan penyelidikan mendalam.

“Ternyata hasil penyelidikan kami, video yang viral di medsos itu bohong alias ia bersandiwara telah menjadi korban perampokan,” kata Jaja.

Usut punya usut ternyata sandiwara itu di lakukan tersangka untuk mengelabui temannya pemilik uang Rp 12,5 juta yang IJ bawa. Uang tersebut merupakan uang muka pembelian sepeda motor.

“Jadi, IJ bersandiwara telah menjadi korban begal, ternyata terlilit utang judi online belasan juta rupiah. Uang Rp 12,5 juta milik temannya itu untuk bayar utang,” ujar Jaja.

Jaja menyebutkan, IJ telah mengakui perbuatannya dan mengakui tidak ada peristiwa pembegalan.

“Jelas sekali motifnya pelaku menggelapkan uang temannya untuk kebutuhan pribadi yaitu karena ia punya utang judi online,” kata Kapolsek.

Terlilit Utang Judi Online Berahir di Penjata

Disampaikan Jaja, atas perbuatnya yang telah meresahkan masyarakat dengan laporan palsu bahkan videonya telah viral, pihaknya menetapkan IJ jadi tersangka dengan Pasal 242 ayat 1 KUHP yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

“Kami kenakan Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan, ” katanya.

Sementara itu, IJ mengaku ia terlintas membuat laporan polisi pura-pura perampokan saat di jalan karena terdesak utang akibat judi online.

“Saya terdesak karena punya utang judi online, kebetulan ada uang teman Rp 12,5 juta untuk DP (uang muka) motor dan saya berniat memakainya,” kata IJ. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.