Solusi Atasi Limbah Plastik di Rumah, Komunitas Boboko Membuat Layangan

oleh -14 views
Solusi Atasi Limbah Plastik

INSIDEN24 – Solusi atasi limbah plastik di rumah, Komunitas Boboko di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membuat layangan.

Ketua Kominitas Boboko, Imang Sukmara lalu menceritakan ide para pemuda yang membuat layang-layang tersebut, sekitar lima tahun yang lalu.

“Sebab, saking banyaknya limbah plastik rumah tangga yang tidak teratasi. Maka, muncul ide kami membuat layang-layang dari limbah keresek tersebut sampai berjalan hingga 2021,” jelasnya.

Imang juga mengaku, pada akhirnya, menamakan para pemuda tersebut Komonitas Boboko. Sebab, asal mulanya nama tersebut dari singkatan Bobotoh Persib (Boboko).

“Namun, sekarang tidak ada singkatan, tetapi Komunitas Boboko saja, yang khusus di bidang kerajinan dan seni juga,” paparnya.

Menurut penjelasan Imang, dulu membuat layangan tersebut tidak untuk komersil, lantaran hanya sebatas suka menerbangkannya saja di sawah. Namun, sekarang lebih fokus pada pembuatan layang-layang untuk menjadi komersil.

“Jadi, saya jual rata-rata dari harga Rp30 ribu ke atas, tergantung motif dan pesanannya. Sebab, layang-layang kami, motif dan bentuknya beragam, dari bentuk manusia, pesawat, hewan-hewanan dan yang lainnya,” jelasnya.

Imang juga bersyukur pengrajin layangan di Dusun Landeuh, RT 5 RW 8, Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis tersebut sudah ada 15 orang.

“Apalagi, saya juga bersyukur karena Komunitas Boboko sudah dapat SK dari Dinas Pariwisata Ciamis. Maka, kedepannya berharap menjadi wisata layangan karena pesawahan di kami ini luas dan cocok untuk menerbangkan layangan,” harapnya.

Solusi Atasi Limbah Keresek, Bisa Meningkatkan Perekonomian

Imang juga sangat berharap, dengan adanya masyarakat yang mebuat layang-layang tersebut bisa meningkatkan perekonomian nantinya.

“Pasalnya, saat ini, kami juga merintis kerajinan lain seperti membuat sangkar burung, seni lukis dan pembuatan patung,” jelasnya.

Kemudian, Miftah (22), selaku pengrajin layangan tersebut juga menyatakan, dengan adanya limbah sampah plastik tersebut, kini membawa berkah. Sebab, Ia sekarang bisa membuat berbagai jenis layangan dari limbah plastik, bahkan banyak yang membelinya.

“Apalagi, sekarang, baru ada yang pesan lagi dari kabupaten lain, mungkin kedepannya bisa saja saya pasarkan secara online. Harapan kedepannya itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung ini,” tuntasnya.

Miftah juga mengaku, sejak banyak yang membuat layangan di kampungnya, suasananya semakin ramai.

“Bahkan, sekarang masyarakat menjadi sibuk dan perekonomian pada masa pandemi ini jadi menggeliat,” tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.