Analisa HMI Ciamis, Pengelolaan Anggaran  Penanggulangan Covid-19 di Pemkab Ciamis Tak Efisien

oleh -8 views
Analisa HMI

INSIDEN24 – Analisa HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Ciamis, pengelolaan anggaran penanggulangan Covid-19 Pemkab Ciamis tak efisien.

Menurut Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ciamis Ilham Nur Suryana, dalam proses formulasi kebijakan anggaran di masa pandemi, pemerintah daerah di hadapkan pada dua sisi.

“Satu sisi punya keleluasaan untuk merefocusing anggaran, satu sisi lainnya pemerintah berhadapan dengan prosedur administrasi pengelolaan keuangan negara yang sangat rumit. Dalam hal ini daya inovasi pemerintah daerah betul-betul diuji,” ucapnya, Jumat (27/8/2021).

Kata Ilham, APBD merupakan otoritas pengedalian arah kebijakan daerah dalam mewujudkan pengelolaan pemerintah yang baik, serta mempertahankan pendapatan fiskal daerah.

“Kami melakukan pengamatan dan analisis terhadap dokumen realisasi anggaran penanganan Covid-19 pada tahun 2020 dan tahun 2021. Pendekatan analasis yang kami gunakan di antaranya pendekatan analisi tren, pendekatan analisis per komponen, dan pendekatan analisis kepatuhan hukum,” katanya.

Penjabaran Ilham, berdasarkan beberapa pendekatan analisis tersebut, anggaran penanganan Covid-19 pada sektor belanja penanganan dampak kesehatan di Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan.

“Mengingat pada tahun 2020 total anggaran penanganan Covid-19 pada dampak penanganan kesehatan terealisasi sejumlah Rp 27.566.449.729 . Itu dari total anggaran Rp140.621.141.688 pada tahun 2020. Sedangkan pada tahun 2021 di taksir sejumlah Rp 240 miliar lebih,” ujarnya.

Tambah Ilham, pada realisasi anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis tahun 2020 lebih mengutamakan penanganan ekonomi ketimbang kesehatan. Terlihat pada tahun 2020 realisasi anggaran penanganan Covid-19 di bidang penganangan dampak ekonomi senilai Rp 87.354.747.450, lebih besar ketimbang penaganan dampak kesehatan senilai Rp 27.566.449.729.

“Secara detail pada penanganan dampak ekonomi lebih di dominasi oleh pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana desa.  Yaitu melalui padat karya yang di kelola oleh DPMD senilai Rp 71.509.500.000. Sedangkan pada tahun 2021 hanya di cantumkan dukungan belanja kesehatan,” ujarnya.

Analisa HMI Ciamis, Masih Ada Belanja Bukan Prioritas

Iham menilai, secara analisa pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Ciamis tak efisien. Pasalnya masih adanya belanja yang dianggap bukan menjadi prioritas dalam situasi sekarang. Misalnya kegiatan belanja tunjangan fungsional ASN pada Laporan APBD 2021 per enam bulan dengan jumlah anggaran sebesar Rp 26.165.427.388.

“Bahkan, tunjangan PNS jumlah anggaran sebesar Rp 25.179.957.388. Ada juga belanja alat tulis kantor sebesar Rp 5.318.972.380. Bahkan ada belanja modal jalan kabupaten dengan jumlah anggaran sebesar Rp 165.012.454.200,” ucapnya.

Kemudian, kata Ilham, belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota jumlah anggaran Rp 45.755.033.457 lebih besar ketimbang belanja modal alat kedokteran dan laboratorium. Hal itu dengan jumlah anggaran Rp 25.909.039.913.

“Dalam situasi pandemi seperti sekarang, kebutuhan kesehatan dan ekonomi masyarakat menegah ke bawah perlu di prioritaskan. Ini dalam rangka bersama-sama saling membantu untuk bisa mengatasi persoalan Covid-19 dan mengantisipasi ancaman krisisi ekonomi di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Ilham, tantangan fiskal daerah di tahun yang akan datang akan mengalami penurunan pendapatan .

“Jika tidak diantisipasi dengan berbagai pola dan strategi mitigasi risiko yang baik,” ujarnya.

Ucap Ilham, perlu ada evaluasi dan perbaikan kebijakan dalam pengelolaan anggaran penanggulangan dan pencegahan Covid-19. Agar lebih mengutamakan penanganan virusnya terlebih dahulu sebelum pemulihan ekonomi.

“Strategi mitigasi risiko fiskal daerah yang konkrit dalam rangka mempertahankan pendapatan dan ekonomi masyarakat Kabupaten Ciamis,” tuturnya. (Ceng/Rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.