Mahasiswa dan PKL di Ciamis Unjuk Rasa, Ahirnya Bupati Mengizinkan Berjualan Lagi

oleh -6 views
Mahasiswa dan PKL

INSIDEN24 – Mahasiswa dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Ciamis berunjuk rasa meminta bisa berjualan lagi. Akhirnya Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya pun mengizinkan mereka berjualan lagi.

Demonstrasi berlangsung Jumat (27/8/2021) sekitar pukul 13.00 WIB di depan pintu gerbang Pendopo Ciamis. Aksi  yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Ciamis (AMRC) diikuti unsur IMM, PMII, GMNI dan para PKL Ciamis.

Korlap Aksi AMRC Danu Wijaya menyampaikan,  pemerintah daerah harus bertanggung jawab dari dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tentunya dengan memberikan jaminan terhadap PKL, toko swalayan, sopir angkutan umum, hingga pasar tradisional untuk normal berjulan.

“Tentunya untuk kelancaran perputaran ekonomi di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Danu menyebutkan, pemerintah daerah harus memberikan fasilitas kesehatan yang layak bagi masyarakat yang terinfeksi covid-19 dan virus-virus lainnya.

“Hentikan aksi represif dan segala bentuk kekerasan terhadap aktivis dan elemen masyarakat lainya yang menyuarakan aspirasi,” tegasnya.

Pihakya menuntut Pemerintah Kabupaten Ciamis segera melakukan proses percepatan vaksinasi bagi seluruh penduduk tanpa terkecuali berikut data vaksinasi yang transparan.

“Menuntut Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mendirikan klinik vaksinasi darurat berupa tenda/bangunan sementara/lainnya di lokasi yang terjangkau,” katanya.

Ujang (30), seorang PKL Alun-alun Ciamis, meminta kepada bupati agar diberi kebebasan jualan lagi di kawasan Alun-alun Ciamis.

“Pada dasarnya kami ini bukan maling, Pak, banyak orang terdampak keputusan pemerintah karena tidak bisa berjualan,” katanya.

Mahasiswa dan PKL Ciamis Unjuk Rasa, Bupati Merestui Bisa Berjualan Lagi

Sementara itu Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya mengatakan, pedagang di Alun-Alun Ciamis dan kawasan Sirkuit BMX Kertasari boleh berjualan lagi mulai minggu depan.

“Namun syaratnya saya sampaikan asalkan protokol kesehatan dan waktunya diatur dan jangan menimbulkan kerumunan,” katanya.

“Saya imbau minimal setengahnya dari pelaku usaha yang ada bisa berjualan agar prokesnya terjaga,” kata Herdiat.

Pernyataan Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, pihaknya melakukan pengamanan aksi sebagai bentuk antisipasi dari tindakan anarkis ketika sedang menyampaikan pendapat.

“Kami melakukan pengamanan secara humanis dan persusif agar tidak menimbulkan gesekan atu menimbulkan anarkisme,” ujarnya.

Wahyu mengimbau juga kepada peserta aksi untuk tetap selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Kami tekankan selalu memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.