Setengah Hari Setelah Divaksin, Siswa SMK di Ciamis Meninggal 

oleh -2 views
Setengah Hari Setelah Divaksin

INSIDEN24 – Setengah hari setelah divaksin, pelajar SMK Galuh Rahayu Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal dunia. Pada Rabu (1/9/2021) sore ia mengikuti vaksinasi di SMAN 1 Sindangkasih, namun pada Kamis (2/9/2021) subuh siswa bernama Cahyono (17) itu meninggal.

Korban adalah anak dari pasangan suami istri Nono dan Ani Aggaraeni, warga Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Camis.

Pantauan Insiden24.com di rumah duka, Kamis (2/9/2021), pihak sekolah dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berkunjung ke rumah korban ikut belasungkawa.

Menurut Nono, anaknya meninggal dalam tempo tak lebih setengah hari setelah mendapat vaksinasi. Sore hari sebelumnya anaknya di vaksin namun pagi esok harinya meninggal.

“Anak saya mengeluhkan lemas hingga kemudian meninggal dunia, saya tidak menyangka anak saya meninggal dunia dengan cepat,” ucapnya.

Nono menyebutkan, anaknya memang punya keluhan lambung dan sering pusing. Namun akhirnya ikut di vaksin. “Kata pihak sekolah kalau tidak divaksin harus (belajar) daring. Karena anak saya ingin sekolah jadi ikut vaksinasi, entah takut atau apa saya juga tidak tahu,” ucapnya.

Sementara itu Kepala SMK Galuh Rahayu M Rizal Abdilah mengatakan pihak sekolah telah mengumumkan kepada siswa siapa yang mau mendapat vaksinasi.

“Kalau yang punya penyakit bawaan boleh pulang, tapi anak-anak antusias karena ingin PTM (Pembelajaran Tatap Muka),” ujarnya.

Rizal menyebutkan, Cahyono saat itu ikut di vaksin. “Ada siswa lain yang tidak di vaksin mungkin mengatakan karena punya peyakit bawaan. Kami tidak ada paksaan, bahkan banyak yang tidak di vaksin juga. Siswa itu ada 364 orang, paling yang lolos di vaksin ada 306 orang,” katanya.

Setengah Hari Setelah Disuntik Vaksin, Pelajar Meninggal, Masyarakat Jangan Takut Vaksinasi

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan, kedatangannya untuk menyampaikan belasungkawa. “Meski wafatnya beberapa jam usai vaksin, namun meninggalnya belum bisa di tentukan akibat vaksinasi, harus ada penelitian dulu.” katanya.

Uu menyebuutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mengimbau masyarakat melaksanakan vaksinasi untuk menciptakan herd imunity.

“Proses screening sebelum vaksinasi, pelaksanaanya harus sesuai standar guna meminimalisir keluhan pasca vaksinasi. Masyarakat yang miliki riwayat penyakit bisa menunda vaksinasi tidak memaksakan diri,” katanya.

Menurut Uu, korban memang awalnya punya keluhan lambung dan sering pusing. “Dalam persoalan ini tidak ada tuntutan dari kedua belah pihak dan semuanya sudah takdir,” ucap Uu. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.