Pemuda Dari Komunitas Indonesia Santun Sosialisaikan 5S lewat Stiker

oleh -22 views
Pemuda Dari Komunitas Indonesia Santun

INSIDEN24 – Pemuda dari Komunitas Indonesia Santun (KIS) sosialisasikan 5S (Salam, Salim, Sapa, Sopan dan Santun) lewat stiker.

Sosialiasi tersebut Sabtu (4/9/2021) malam dengan membagikan stiker di sejumlah titik di Jalan Jendral Sudirman Ciamis dan Alun-Alun Ciamis.

Anggota Komunitas Indonesia Santun, Rifki (28) menyatakan, upayanya mengkampanyekan “Menuju Indonesia Santun” dengan menggelar aksi bagi-bagi stiker.

“Jadi, tujuan kami untuk menyosialisasikan imbauan bersopan santun yang terdiri dari 5S dan menyasar warga, khususnya para pemuda,” jelasnya.

Rifki juga menyampaikan, aksinya itu berangkat dari fenomena bagaimana generasi muda saat ini yang mulai pudar.

“Pasalnya, ada kekhawatiran yakni, mulai lunturnya sikap generasi muda sebagai penerus bangsa dalam berperilaku dan bersikap sopan santun. Padahal sikap sopan santun itu sangat menunjukkan adat ketimuran bangsa kita. Baik sopan santun terhadap orang tua, guru, ulama, bahkan sopan santun terhadap pemerintah,” jelasnya.

Rifki juga mengaku, para pemuda dari Komunitas Indonesia Santun bergerak sejak satu bulan pada Agustus. Tentunya, itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menanamkan sikap sopan santun, khususnya generasi muda.

“Maka, kepada generasi muda kita ingatkan untuk mulai dari penanaman sopan santun terhadap orang lain, bahkan pemerintah,” tegasnya.

Rifki juga menyatakan, sikap tersebut juga mendorong kemajuan bangsa. Khususnya, sikap sopan santun dalam berdemokrasi.

Maka, penyampaian-penyampaian pendapat di muka umum akan lebih tertib. Sebab, tidak ada pihak-pihak yang dirugikan akibat aksi anarkis dan caci maki.

“Jadi, perlunya menjunjung tinggi norma kesopanan yang selama ini ada dan berkembang di Indonesia,” paparnya.

Pemuda dari Komunitas Indonesia Santu, Kampanyekan Sopan Santun

Rifki juga berharap, dengan menjunjung sopan santun, selain tetap mempertahankan ciri khas budaya ketimuran, itu juga akan mampu menciptakan suasana kondusif dalam berbagai hal.

“Apalagi, tidak dipugkiri, mayoritas aksi penyampaian aspirasi kepada pemerintah, yaitu kebanyakan dari pemuda,” papanya.

Kebanyakan, lanjut Rifki, mereka yang tergabung dalam sejumlah aliansi mahasiswa. Maka, penyampaian aspirasinya harus dengan sopan santun. Serta, tanpa anarkis dan caci maki yang bisa merugikan pihak lain.

“Jadi, saya kira, itu juga akan menciptakan kondusivitas dan kenyamanan dalam menyampaikan aspirasinya,” tuntasnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.