Empat Bocah Dicabuli Bujang Lapuk, Bahkan Menyalurkan Nafsu Biologisnya pada Ayam

oleh -10 views
Empat Bocah

INSIDEN24 – Empat bocah dicabuli seorang bujang lapuk, bahkan sampai-sampai menyalurkan nafsu biologisnya pada ternak ayam.

Kejadiannya, Selasa (7/9/2021) siang, pelakunya, Wahyu (43) warga Singasari, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, kini telah mendekam di sel Polres Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Sono juga menyatakan, telah mengamankan pelaku yang berbuat cabul pada empat bocah yang juga masih tetangganya.

“Maka, kami amankan pelaku berdasarkan laporan para orang tua korban yang anaknya jadi korban pencabulan,” paparnya.

Hario juga menjelaskan, modus pelaku yaitu mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp2000. Kemudian, setelah itu, pelaku beraksi dengan cara meraba-raba tubuh terlarangnya korban. Bahkan, di minta juga menyentuh kemaluan pelaku.

“Lalu, mengenai pengakuan pelaku kepada kami, Ia melakukan itu karena sakit hati sering di tinggal pacarnya,” jelasnya.

Tambah Hario, pelaku juga telah mengakui kesalahannya. Bahkan, yang lebih mencengangkan lagi, pelaku juga menyalurkan nafsu biologisnya pada ternak ayam di kandang.

“Itu juga pelaku lakukan kalau memang tidak puas dari anak-anak yang jadi korban,” jelasnya.

Kata Hario, sejauh ini masih mendalami kasus tersebut, tetapi kemungkinan, pelaku alami kelainan seksual. Bahkan, sampai harus memperkosa ayam agar mendapatkan ereksi. Upaya selanjutnya juga akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kejiwaannya.

“Namun, kalau perbuatan cabul, jelas kena undang-undang perlindungan anak dan pelaku terancam 15 tahun penjara,” jelasnya.

Wahyu juga mengaku kepada wartawan melakukan hal tersebut karena sakit hati di tinggal pacarnya. Bahkan, hingga melakukan cabul ke empat orang anak dengan cara memberikan uang sebesar dua ribu rupiah.

“Saya baru mencabuli mereka, saya juga melakukan ini karena sakit hati, pacar saya selalu meninggalkan saya,” jelasnya. (Den/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.