Jawa Barat Banyak Daerah Rawan Bencana, Basarnas Intensif Menggelar Pelatihan

oleh -15 views
Jawa Barat

INSIDEN24 – Jawa Barat banyak daerah rawan bencana, basarna lalu intensif menggelar pelatihan dan pembinaan potensi dasar, di bidang teknik pertolongan di ketinggian. Kegiatannya, Senin-Rabu (6-8/9/2021), pelatihan dilaksanakan di Pos SAR Tasikmalaya Mangunreja.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah lali menjelaskan peserta pelatihan berjumlah puluhan orang yang merupakan anggota organisasi berbasis kemasyarakatan.

“Meski sedang pandemi, kami adakan pelatihan ini karena sangat penting. Apalagi, Jawa Barat banyak daerah rawan bencana. Tidak hanya Kabupaten Tasikmalaya, ada juga Cianjur dan Sumedang,” paparnya.

Melalui bimbingan teknis tersebut, Basarnas menyiapakan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan pertolongan di jetinggian. Basarnas juga akan meningkatkan kompetensi potensi pencarian dan pertolongan. Khususnya, untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan di wilayah kerja kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung.

“Jadi, untuk menjalankan potensi SAR, tidak bisa bekerja sendiri, tetap bersama seluruh elemen BNPB, BPBD, lalu ada juga dukungan TNI/Polri dan pemerintah daerah. Bahkan, ada juga Tagana yang termasuk organisasi masyarakat. Tentunya, itu dengan melihat situasi dan kondisi cuaca seperti ini,” jelasnya.

“Apalagi, masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana karena petugas atau tim butuh waktu untuk ke lapangan. Maka, masyarakat yang menjadi penyelamat pertama dalam penanganan bencana yang juga harus dibekali dengan kemampuan. Minimal, itu untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya dan lingkungannya dari bencana alam yang terjadi,” ungkapnya.

Jawa Barat Banyak Daerah Rawan Bencana, Tasikmalaya Termasuk Nomor Dua Secara Nasional

Anggota Komisi V DPR RI, dapil 11 Tasik, Kota/Kabupaten Kabupaten Garut, KH Toriq Hidayat LC juga mendukung kegiatan pelatihan pembinaan potensi dasar. Itu juga di bidang teknik pertolongan di ketinggian, yang di laksanakan oleh Kantor SAR Bandung.

Pihaknya juga mendorong agar pemerintah menganggarkan anggaran lebih untuk program pelatihan kebencanaan. Apalagi, Kabupaten Tasikmalaya juga masuk dalam daerah rawan bencana nomor dua secara nasional.

“Jadi, kita juga beberaoa kali di Komisi V sebagai mitra kerja Basarnas, melakukan rapat-rapat, kita juga sampaikan agar ada perhatian lebih untuk dapil 11, khususnya Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya, menurut data, Kabupaten Tasik ada di daerah rawan bencana tingkat nasional nomor dua,” jelasnya.

Toriq juga menambahkan, hal yang wajar jika Komisi V juga meminta lebih dalam penanganan bencana di Kabupaten Tasikmalaya. Sebab, itu juga untuk pelatihan dan berbagai hal. Itu juga termasuk pemenuhan fasilitas penunjang dan sarana prasarana.

“Maka, kami merespon atas kerja sama dengan Basarnas. Nudah-mudahan, bisa di tindaklanjuti kedepannya. Khususnya, untuk pendampingan secara nasional, 10 ribu belum turun, jadi 5.000 baru terpenuhi 3.800, maka masih ada sisa. Tentunya, kami tahu, Basarnas lebih paham, kita juga membutuhkan SDM dalam penanganan bencana,” tuntasnya. (Den/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.