Pelecehan Situs Karangkamulyan Jangan Terulang, Pesan Bupati Ciamis Saat HUT ke-12 Gong Perdamaian Dunia

oleh -1 views
Pelecehan Situs Karangkamulyan

INSIDEN24 – Pelecehan Situs Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, jangan sampai terulang. Hal itu pesan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Gong Perdamaian Dunia,Gong Perdamaian Dunia,

Kamis (9/9/2021) pagi, di objek wisata situs Karangkamulian Kecamatan Cijeungjing.

Acara itu digelar oleh Dinas Pariwisata Ciamis sebagai acara rutin tahunan setiap 9 September di berbagai negara.

Herdiat mengajak masyarakat untuk sama-sama merawat dan menjaga situs peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Ciamis.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di Ciamis, agar situs sejarah yang ada betul-betul di rawat, di jaga dan di pelihara. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” katanya.

Ia berharap kejadian beberapa waktu lalu terkait pelecehan salah satu situs sejarah di Karangkamulyan oleh oknum pengunjung dari luar daerah tidak terulang kembali.

Herdiat menyampaikan, Gong Perdamaian merupakan simbol persaudaraan dan perdamaian bagi umat manusia. Ia menerangkan, di pilihnya kawasan Ciungwanara sebagai tempat di simpannya gong perdamaian dunia bukan tanpa alasan.Karena cikal bakal perdamaian dunia tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Galuh.

“Dengan adanya gong perdamaian yang tersebar di dunia, kami berharap dapat menyadarkan umat manusia untuk selalu mengutamakan perdamaian dan kebersamaan. Tentunya, tanpa membedakan ras, suku, budaya, agama dan sekat-sekat pemisah lainnya, ” ujarnya.

Herdiat menyampaikan, gelaran peringatan HUT tersebut menjadi kegiatan even kalender pariwisata . Ke depannya, bisa menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sekretaris Dinas Pariwisata Budi Kurnia mengatakan,   gong perdamaian dunia yang di amanahkan di Situs Karangkamulyan  Ciamis adalah gong dengan ukuran paling besar.

“Dengan di peringatinya HUT gong perdamaian dunia di setiap tahunnya , harapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat tersebar ke masyarakat luas,” ujarnya.

Budi berharap  ke depanya peringatan ini dapat mengundang  seluruh negara minimal kedutaan-kedutaan besarnya.

“Mengingat gong ini kontennya universal  sehingga bisa menjadi even internasional,” ucapnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.