Konflik Masyarakat Lakbok dan Pertamina Terus Bergulir,  Masalah Sewa Lahan Sejak 1976 

oleh -18 views
Konflik Masyarakat

INSIDEN24 – Konflik masyarakat Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dan Pertamina terus bergulir. Masalah sewa lahan tersebut tak kunjung selesai sejak tahun1976.

Ketua Paguyuban Warga Berdampak Pertamina (PWBP) Ir. Suyono mengatakan, problem masyarakat yakni sudah 44 tahun tidak di bayar sewa lahannya.

“Kami minta kepada Pertamina segera bayarkan sewa lahan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (11/9/2021).

Kata Suyono, kalau proyek Pertamina mau jalan silahkan saja tidak bisa menghalangi karena dari polres ada penjagaan yang merupakan tugas kepolisian.

“Tapi pada prinsipnya saya lahir batin tidak ikhlas ada proyek di  jalankan, sementara 44 tahun sewa lahan tidak ada pembayaran,” ujarnya.

Pihaknya prihatin dan kecewa dengan sikap Pertamina yang tidak melakukan tindakan  pembayaran kepada warga.

“Saya sedang menempuh jalur hukum di Jakarta yaitu Forum Korban Mafia Tanah di Indonesia,” tuturnya.

Penegasan Suyono, pihaknya siap adu fakta dan data yang valid dari forumnya, dan siap beradu data dengan Pertamina.

“Kami Insya Allah akan menang telak karena sejak awal tidak pernah ada penyewaan dan pembayaran,” katanya.

Suyono mengaku heran kenapa Pertamina punya Hak Guna Bangunan (HGB). Padahal harus ada sewa bangunan dulu kepada ratusan warga.

“Jadi sejak 1997 dalam perpanjanan HBG tidak pernah melibatkan warga, tahu-tahu Pertamina ada HBG,” ucapnya.

Penuturan Suyono, pada 30 Juni 2021 Pertamina ditanya oleh Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana karena HGB belum ada perpanjangan alias mati.

“Tapi katanya sekarang HGB sampai delapan dan sudah ada perpanjangan, saya semakin bingung. Bahkan sejak tahun 2016 juga ada, tambah bingung lagi,” ucapnya.

Konflik Masyarakat  Lakbok dengan Pertamina, Ini Jawaban Pertamina

Tim Proyek Pipa Pertamina Iwan mengatakan, selaku tim proyek dirinya kurang begitu mendetail mengenai HGB.

“Kalau secara dokumen kami megang HGB, tapi lebih detailnya ke BPN,” ucapnya.

Ketika wartawan menanyakan apakah sudah ada pembayaran lahan kepada warga, penjelasan Iwan silahkan ditanyakan ke BPN karena buka kapasitasnya.

“Jadi saya belum tahu pembayarannya kan saya belum lahir saat itu karena kejadiannya tahun 1976 ,” ucapnya.

Tambah Iwan, mengenai kegiatan pemasangan pipa bagaimana nanti karena masih menunggu arahan kapolres.

“Kami menunggu arahan kapolres mengenai lanjut proyeknya,” ucapnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.