Pendapatan dan Belanja Daerah Ciamis Tahun 2022 Direncanakan Rp 2,046 Triliun, Ini Pos-pos Anggarannya

oleh -11 views
Pendapatan dan Belanja Daerah

INSIDEN24 –   Pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Camis tahun 2022 di rencanakan sebesar Rp 2,046 triliun.

Hal itu disampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya  saat Rapat Paripurna DPRD Ciamis secara virtual di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Kamis (23/9/2021) tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (RKUA dan PPAS) Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis  mengatakan, berdasarkan rancangan KUA dan PPAS TA 2022 struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Ciamis TA 2022, pendapatan daerah di rencanakan sebesar Rp 2,046 triliun. Jumlah itu terdiri dari  PAD sebesar Rp 231,22 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp 1,815 triliun.

Proyeksi pendapatan tersebut, kata Bupati, belum mengakomodir DAK fisik, DID dan bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat. Menurutnya sampai saat ini  masih dalam proses pembahasan anggaran di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut Bupati menuturkan, untuk belanja daerah di rencanakan sebesar Rp 2,370 triliun.

“Diantaranya meliputi belanja operasional sebesar Rp1,760 triliun yang di dalamnya terdapat asumsi belanja pegawai. Apabila di lihat dari posisi kemampuan dan kuantitas pegawai yang ada kita harus melakukan rekruitment pegawai sesuai formasi dari Kemenpan RB. Untuk tahun 2021 sebanyak 3.007 orang serta pembayaran utang iuran jaminan kesehatan untuk memenuhi ketentuan pembayaran 4%. Dari komponen tunjangan profesi guru yang di bebankan kepada APBD,” ucapnya.

Pendapatan dan Belanja Daerah Ciamis, Harus Mengalokasikan Juga Belanja Tak Terduga

Herdiat menyampaikan dengan terbitnya Surat Edaran Mendagri tentang kebijakan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022,

pihaknya harus mengalokasikan belanja tidak terduga (BTT) dalam APBD TA 2022 dengan prosentase 5-10% dari APBD TA 2021 atau sebesar Rp 115 miliar.

Dari beberapa hal tersebut, Bupati menyadari bahwa hal itu membuat fiskal semakin rendah dan berada di posisi lebih sulit lagi. Kendati demikian, Bupati meyakini semua pihak para stakeholder yang ada di Kabupaten Ciamis dapat memahami kondisi seperti ini.

“Ayo kita bekerja keras bahu-membahu untuk mewujudkan jalannya pemerintahan yang baik dan capaian kinerja. Semuanya yang sudah kita susun berdasarkan dokumen perencanaan yang sudah ada,” ucapnya.

Selanjutnya Bupati menyampaikan terdapat beberapa upaya yang harus di lakukan secara masif yaitu melalui strategi kolaboratif dan inovatif. Diantaranya adalah dengan mengendalikan dan menata usaha  belanja, mengembangkan pola strategi investasi dan kerja sama pembiayaan.

Selanjutnya adalah optimalisasi pendapatan melalui penyediaan fasilitas untuk memudahkan pembayaran pajak.

“Selain itu juga harus mencoba menggunakan sistem informasi dan digitalisasi agar biaya operasional menjadi berkurang. Namun, tetap kualitas pekerjaan terjamin, akuntabilitas, transparansi dan partisipatif dapat terwujud dalam era ekonomi daerah ini,” katanya.

Bupati berharap Covid-19 di Kabupaten Ciamis dapat segera berakhir sehingga kondisi keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.