Perusahaan Taiwan dan Korsel Tertipu 4 Warga Indonesia, Melalui Skema BEC 

oleh -5 views
Perusahaan Taiwan dan Korsel

INSISEN24 – Perusahaan Taiwan dan Korsel (Korea Selatan) tertipu 4 warga Indonesia, melalui skema Bussiness Email Compromise (BEC). Keempat pelaku tersebut telah tertangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Dir Siber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri menjelaskan, keempat tersangka CT, NTS, YH dan SA adalah warga Indonesia yang telah menjalankan aksi kejahatannya. Empat pelaku tersebut juga telah membuat korban atau perusaan Taiwan dan Korsel merugi senilai Rp84,8 miliar.

“Para tersangka juga melakukan penipuan dengan skema BEC kepada korban SW dari Korsel dan WHF dari Taiwan. Itu juga menyebabkan kerugian untuk SW Rp82 miliar. Lalu, untuk WH kerugian Rp2,8 miliar,” ujar Asep di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (1/10).

Asep juga menjelaskan, pelaku melakukan modus operandi BEC dengan ditujukkan kepada Manajer Keuangan atau bagian keuangan dari perusahaan tersebut.

Para pelaku juga membobol dua email perusahaan tersebut. Serta, mengganti data atau identitasnya, sehingga terjadinya proses transfer dana. Padahal seharusnya, uang itu masuk ke perusahaan tersebut, tetapi malah masuk ke dalam rekening pelaku.

“Dengan demikian, bisa juga terjadi suatu transfer dana dari satu perusahaan ke perusahaan yang dikira perusahaan itu mitranya,” tuturnya.

Perusahaan Taiwan dan Korsel Tertipu Capai Rp 29 Miliar

Adapun barang bukti yang diamankan oleh polisi diantaranya, uang tunai Rp29 miliar, 3 telepon selular dan 9 buah buku tabungan dari berbagai bank. Selain itu, ada paspor para tersangka, 14 buah kartu ATM, 9 buku cek bank, 1 sepeda motor, 3 KTP tersangka dan 1 NPWP tersangka. Serta, surat izin usaha, stamp atau cap perusahaan dan akta notaris pendirian perusahaan.

“Bahkan, ada bukti pengembalian dana dari bank. Serta, bukti transaksi penukaran mata uang asing,” jelasnya.

Atas perbuatannya, mereka disangka melanggar Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Serta, Pasal 82, Pasal 85 UU No 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan Pasal 378 KUHP.

“Maka, kita proses semuanya sesuai hukum dan masih terus dalam pegembangan,” tuntasnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.