Tewasnya Menantu dan Mertua yang Tertimpa Saung di Sukarame Ada Kejanggalan, Polisi Lakukan Otopsi

oleh -7 views
Tewasnya Menantu dan Mertua

INSIDEN24 –  Tewasnya menantu dan mertua yang tertimpa saung dinilai ada kejanggalan, polisi pun melakukan otopsi.

Diberitakan Insiden24.com sebelumnya, keduanya tewas  sepekan lalu tertimpa saung di Kampung Cisosopan, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pada Senin ( 4/10/201) pagi berlangsung proses otopsi. Hal itu setelah pihak keluarga melaporkan ada kejanggalan terhadap kematian mertua dan menantu, Yusuf (70) dan Enan alias Dadan (35).

Perwakilan keluarga korban, Yana Suryana, mengatakan, kedua orang itu meninggal saat hendak membeli bibit ikan di kolam pembibitan ikan milik Dadang, warga sekitar.

“Kejanggalan tersebut yakni adanya bekas luka bakar seperti tersengat api di tangan sebelah kiri. Selain itu korban tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Korban pun tidak di temukan luka lebam di bagian tubuhnya layaknya orang yang tertimpa benda keras (saung),” katanya.

Makanya, kata Yana, atas temuan itu pihak keluarga menduga korban tewas tersengat aliran listrik. Namun pihaknya tidak bisa mendahului hasil otopsi kepolisian.

“Jadi kami ada dugaan kalau korban bukan tewas tertimpa saung tapi ada sengatan listrik. Tapi kami tidak mau mendahului keputusan polisi. Makanya kami minta di otopsi agar tidak simpang siur. Alhamdulillah respons polisi baik,” katanya.

Oleh selaku kerabat korban menambahkan, korban di dugaa terkena jebakan listrik yang terpasang di Kolam pembibitan ikan.

“Menurut informasi yang masuk kepada saya dari banyak warga, di kolam itu ada  jebakan listrik supaya enggak dicuri ikannya,” katanya.

Tewasnya Menantu dan Mertua ada Kejanggalan, Polisi Lakukan Otopsi

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetio, mengatakan ada pembongkaran dua makam menantu dan mertua. Lokasinya di Desa Sukarapih dan Desa Wargakerta Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/10/2021).

“Upaya ini dilakukan untuk melakukan otopsi serta mencari penyebab pasti kematian dua warga tersebut. Pasalnya, Selasa (28/9/2021) lalu keduanya tewas tertimpa bangunan saung kolam pembibitan ikan di Kampung Sosopan Desa/Kecamatan Sukarame,” ujarnya.

Kata Kasat, proses otopsi melibatkan dokter forensik RS Polri Sartika Asih Bandung.

“Otopsi yang kami lalukan ini guna memastikan penyebab kematian dua warga tersebut. Karena dari informasi keluarga dan masyarakat, ada kejanggalan mengenai kematian korban. Kami dalami dan pastikan bersama dokter forensik,” ujarnya.

Hario menjelaskan, terdapat dugaan keluarga jika kematian Dadan (35) dan mertuanya Usup (70) meninggal akibat tersengat aliran listrik di lokasi kolam ikan. Maka dari itu, polisi memastikan apa benar keduanya meninggal akibat sengatan listrik atau memang akibat tertimpa bangunan saung yang roboh.

“Hasil otopsinya nanti menentukan apakah korban tewas tertimpa saung atau ada sengatan listrik, maka tunggu saja ya penyelidikanya,” ujar Kasat. (Ceng/Rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.