Petugas Vaksinasi di Puskesmas Cineam Diduga Teledor, Siswa SMP Al-Amanah Tak Bisa Ikut Vaksin karena NIK Digunakan Orang Lain

oleh -13 views
Petugas vaksinasi

INSIDEN24 – Petugas vaksinasi di Puskesmas Cineam Kabupaten Tasikmalaya diduga teledor. Nomor Induk Kependudukan (NIK)                                                                                                                                     Faiz Rabban Khadafi (13), siswa SMP Al- Amanah, Sambong, Kota Tasikmalaya, dipakai orang lain sehingga ia tidak bisa ikut divaksin Covid-19.

Faiz adalah warga Perumahan Permata Galuh Blok B Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Ternyata, NIK miliknya Nomor 320701260908xxxx sudah ada yang menggunakan atas nama Raga Nail Murtaja, siswa SMP Al-Kautsar, warga Tawang Kota Tasikmalaya dengan  nomor NIK sama 320701170709xxxx.

Penuturan Sulastri Herdiati, MPd (40) selaku ibu kandung dari Faiz, mengatakan, anaknya pada bulan September 2021 akan divaksin di sekolahnya di Tasikmalaya.

“Namun kata sekolah tidak bisa vaksin karen NIK KK-nya sudah ada yang menggunakan di faskes Cineam. Saya yang mendapat laporan dari anak dan sekolah jelas kaget, kenapa bisa NIK ada yang memakai,” ujarnya.

Lanjut Sulastri, mengetahui hal itu, dirinya pertama mengecek ke Disdukcapil Ciamis. Setelah melihat langsung dari komputer NIK anaknya sesuai dan sudah aktif.

“Karena penasaran saya pun pergi menemui Kepala Puskesmas Cineam untuk klarifikasi . Saat ke sana ternyata NIK anak saya ada yang memakai oleh orang lain atas nama Raga,” ujarnya.

Sulastri menyebutkan, pihaknya jelas tidak terima dan meminta untuk membetulkan kepada petugas vaksinasi faskes Cineam tersebut.

“Saya kira akan cepat diperbaiki, namun ternyata lama tidak ada perbaikan, jelas saya jengkel masa sampai Oktober tidak ada perbaikan,” ujarnya.

Sulastri mengaku berulangkali melakukan komunikasi lewat WhatsApp tapi tidak ada jawaban dan tidak ada itikad perbaikan.

“Kenapa saya mendesak terus, karena ini menjadi beban mental bagi anak saya. Orang lain bisa vaksin sementara anak saya tidak. Padahal salah satu syarat anak sekolah tatap muka harus ada surat vaksin,” ujarnya.

Sulastri mengaku heran kenapa tidak ada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari faskes Cineam, tidak mencocokkan data NIK sesuai KTP atau KK.

“Karena salahnya bukan satu huruf NIK namun justru nomor NIK banyak yang sama. Saya merasa dirugikan waktu tersita apalagi materi harus bolak-balik,” katanya.

Petugas Vaksinasi  Sedang Perbaiki NIK

Menurut Kepala Puskesmas Cineam Wawan, memang benar Faiz tidak bisa melakukan vaksinasi. Menurutnya, saat formulir pendaftaran siswa yang akan divaksin dulu dari pihak Al-Kautsar yang mengisi. Pihaknya justru baru tahu sekarang-sekarang ada masalah seperti itu.

“Kata pihak sekolah Al-Kautsar yang dipakai yang Raga, diubah, itu kata tim dari sana. Pihaknya kontak tim itu tolong Raga di-close-kan, namun sejauh ini tidak ada kabar lagi , kurang tahu juga tim sedang disana ada vaksinasi kedua,” ujarnya.

Malahan, kata Wawan, orang yang bisa konfirmasi melalui hapenya, tidak bisa pakai hape yang lain.

“Sekarang sedang proses, kemarin juga berulang kali ada perbaikan dari pengelola Al-Kautsar.  Lagi berusaha, dari puskesmas juga sejak awal kontak Kepala Sekolah Al-Kausar,” ujarnya.

Kata Wawan, untuk program Peduli Lindungi harus melampirkan nomir hape aktif orang yang divaksin. “Kalau komplain juga harus orang yang bersangkutan, kan saya juga sekarang sedang berproses, ”  tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.