Orang Tua dan Guru Was-Was Sekolah Takut Daring, Setelah PPKM Naik Level 

oleh -5 views

INSIDEN24 – Orang tua dan guru was-was, sekolah takut berlakukan lagi daring, setelah PPKM naek level 3.

Menurut penjelasan Yulia Eka (35), selaku orang tua, saat ini was-was, setelah di Camis PPKM naik ke level 3.

“Jadi, kalau naik level, saya takut ada pemberlakuan daring lagi sekolah karena ribet. Saya jelas menolak bila ada pemberlakukan daring tersebut,” papar Yulia, warga Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

Justru kata Yulia, daring itu tidak akan efektif. Sebab, anak akan tambah bodoh, tidak akan pintar dan orang tua tambah pusing. “Justru, daring itu yang mengerjakan tugas orang tua dan terkadang melawan,” paparnya.

Madaratnya daring, jelas Yulia, justru mereka banyaknya bermain, seperti main layang-layang, games dan liar kemana-mana.

“Mendingan tatap muka, mereka lebih takut sama guru. Kalau sama orang tua, mereka tidak takut,” ucapnya.

Ungkap Yulia, daring itu memerlukan kuota. Maka, anaknya yang ada di SD dan SMA perlu tambahan biaya. “Mendingan kalau ada bantuan kuota dari pemerintah dan bantuan HP sekalian,” paparnya.

Penjelasan Yulia, pokoknya daring itu pembodohan anak dan tidak akan pintar-pintar. “Jadi, tolong pemerintah, jangan ada daring, saya orang tua pusing,” ucapnya.

Orang Tua Tidak Setuju Sekolah Daring, Begitu Juga Guru Menolaknya

Menurut pernyataan Guru Kelas SDN 3 Sadananya, Tata Nugraha SPd, sekitar tiga mingguan sekolah telah melaksakan tatap muka. Maka, jika akan ada daring lagi, kasihan kepada anak-anak.

“Sekarang, mereka lagi semangat-semangatnya sekolah tatap muka. Semoga tidak ada pemberlakuan lagi daring,” jelasnya.

Ungkap Tata, daring dan tatap muka itu sangat berbeda pelajaran yang tersampaikan kepada murid.

“Justru, kalau daring jarang masuk pelajaran, maka orang tua akan repot. Sebab, belajar anak jadi tidak serius,” ucapnya.

Tata mengaku kecewa kalau seandainya pada PPKM Level 3 ada pemberlakuan daring lagi.

“Sebab, kalau daring, anak tambah bodoh, tidak akan pintar-pintar. Jadi, tidak akan menyerap pelajaran,” paparnya.

Apa salahnya, kata Tata, kalau pembelajaran tatap muka juga. Pasalnya, sekolah juga sekarang sudah menerapkan prokes dengan ketat.

“Jadi, semuanya tersedia di sekolah, baik tempat cuci tangan dan cek suhu. Bahkan, jadwal belajar di sekolah pun kami memiliki dua sip,” paparnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.