Kepulangan Atlet Selam Dheya Yang Naik Bus Jadi Polemik, Ini Berbagai Komentarnya 

oleh -7 views
Kepulangan Atlet Selam Dheya

INSIDEN24 – Kepulangan atlet selam Dheya Nazhira Nur Amalina (17) yang naik bus jadi polemik, ini berbagai komentarnya.

Pernyataan sebelumnya, langsung dari Desi Arisyandi selaku ibunya, dirinya yang menjemput anaknya karena Dheya tidak mau dijemput oleh saudara juga. Sebab, maunya naik bus Budiman, jadi kemanapun juga naik bus Budiman.

“Jadi tidak tahu pulangnya kapan, jadi di Bandung nunggu terus. Anaknya juga bilang mau pulang saja naik bus,” paparnya.

Kata Desi, peraihan juara anaknya di Papua sebagai atlet selam juga berkat doa orang tua. “Mudah-mudahan anak bisa masuk ke tingkat lebih tinggi lagi, yaitu sea games,” ungkapnya.

Lajut Desi, Dheya tersebut juga dari tiga bersaudara, sementara kakaknya sebagai ajudan Pangkostrad di Jakarta. Anaknya yang SD juga atlet renang dan juga baru ikut olimpiade. Namun, Dheya dari sejak SD selalu jadi juara nasional yang masuk terus di Ciamis.

“Maka, sebagai ibunya, saya bangga, peraihan juaranya juga berkat doa warga Ciamis juga,” paparnya.

Menurut Pengakuan Dheya Nazhira Nur Amalina (17), pulang dari Bandung pukul 12.00 WIB, lalu naik bus sama ibu untuk atlet yang lain juga ada yang menjemput. Namun, tidak ada atlet yang dijemput Pemda karena kebanyakan orang Bandung atletnya.

“Namun, saya kalau telepon ada dari bupati dan bilang makan-makan nanti syukuran,” papar Dheya yang juga pelajar SMAN 1 Ciamis.

Dheya mengaku senang dapat medali emas dan perunggu dari selam. “Saya sangat bahagia sekali, bisa ikut PON di Papua luar biasa banyak pengalaman dan orang papua baik-baik. Serta, momen yang tidak bisa terulang lagi,” jelasnya.

Kepulangan Atlet Selam Dheya Yang Naik Bis Disayangan Dewan

Menurut pernyataan Anggota DPRD Ciamis, H Uus Rusdiana sangat menyayangkan jika tidak adanya penyambutan istimewa kepda para atlet berprestasi di PON XX Papua asal Ciamis.

“Itu seperti Dheya, peraih medali emas cabor selam asal Kecamatan Cijeungjing perwakilan Jawa Barat. Bahkan, Risa Setyawati peraih medali emas cabor terbang layang juga dari Kecamatan Panawangan mewakili provinsi Papua,” jelasnya.

Kata Uus, alasan pentingnya mereka disambut agar semangat untuk terus berprestasi, tetap terjaga dan menjadi motivasi kepada calon atlet lainnya. Meskipun orang tua mereka tidak mengharapkan adanya penyambutan kepada anaknya.

“Maka, seharusnya Pemkab Ciamis surti (ngerti). Mana ada orang tua yang tak bangga melihat anaknya menjadi kebanggaan masyarakat di Kabupaten  Ciamis,” ucapnya.

Uus juga menyampaikan ucapkan selamat kepada Dheya dan Risa atas prestasi yang telah mengharumkan Ciamis.

“Semoga bisa terus meraih prestasi lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Kepulangan Atlet Selam, Ini Tanggapan Bupati Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengenai kepulangan Dheya tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman dan tidak ada informasi kepulangan atlet tersebut.

“Saya bukan bela KONI atau SKPD, tapi memang tidak ada informasi kepulangan. Bahkan, sudah ada edaran dari KONI, atlet PON harus menjalani isolasi dulu,” ucapnya.

Kepulangan Atlet Selam Dheya , Ini Tanggapan Bupati Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengenai kepulangan Dheya tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman dan tidak ada informasi kepulangan atlet tersebut.

“Saya bukan bela KONI atau SKPD, tapi memang tidak ada informasi kepulangan. Bahkan, sudah ada edaran dari KONI, atlet PON harus menjalani isolasi dulu,” ucapnya.

Kata Herdiat, atlet PON berangkat ke Papua bersama, tentu pulang pun harus bersama.

“Kemudian isolasi terlebih dahulu dan setelah itu daerah akan mengadakan penjemputan,” ucapnya.

Jelas Herdiat, pulang pun ada protokolnya, tidak tiba-tiba langsung pulang.

“Mungkin atlet kita ada kepentingan lain jadi pulang duluan. Pada dasarnya, kita pantau, berangkat sama-sama dan pulang juga sama-sama. Mungkin ada sesuatu yang lebih penting, jadi jangan negatif thinking,” terangnya.

Lanjut Herdiat, bukan selalu harus baik, kalau salah, maka salah.

“Namun, ini kan dari provinsi dan cabor bersangkutan tidak ada pemberitahuan apa-apa, jadi pulang sendiri,” tuturnya.

Kepulangan Atlet Selam Dheya, Kadisbudpora Mengaku Kecolongan dan Minta Maaf

Adapun pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Erwan Darmawan melalui aplikasi WhatssApp (WA) miliknya. Atas nama pribadi dan dinas, dirinya minta maaf atas kepulangan Dheya atlet selam.

“Terus terang kepulangan yang bersangkutan merasa kecolongan. Saya kira Dheya masih di Papua karena tidak memdapat kabar baik dari Dheya, dari keluarganya, dari cabor Provinsi, dari KONI provinsi dan maupun dari Dispora Provinsi,” ucapnya.

Erwan mengaku, terlalu konsentrasi terhadap atlet yang masih bertanding. Padahal, khusus Dheya dan pribadi sangat kenal dengan pribadinya dan keluarga Dheya.

“Saya juga minta maaf sekali lagi kepada masyarakat Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

Menurut pengakuan Erwan, setiap saat, semua atlet asal Ciamis selalu koordinasi dan ada pantauannya lewat aplikasi WA. Sebagai salah satu percakapan lewat WA, kami buat grup WA PON Papua, atlet asal Ciamis, KONI dan perangkat pertandingan asal Ciamis.

“Kami saling support, baik saat akan berangkat, saat akan bertanding, saat bertanding dan setelah bertanding juga,” paparnya.

Erwan menambahkan, sekali lagi atas nama pribadi minta maaf. Untuk itu, Ia juga mengajak kepada seluruh pihak kedepannya agar saling mengetahui sesuatu hal.

“Kami juga sangat berterimakasih apabila memberikan informasi apapun sebelum kekhilafan kami menjadi besar. Sekali lagi, saya minta maaf,” tuntasnya.

Kepulangan Atlet Selam Dheya, Ini Penuturan Ketua IJTI Galuh Raya

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI ) Galuh Raya, Yopi Andreas mengaku meliput langsung saat kepulangan Dheya yang menggunakan angkutan umum. Kata Yopi, jangan ada tekanan dari berbagai pihak kepada atlet yang sedang menjalani karantina dan jangan sampai beropini.

” Justru pemerintah harsus melindungi dan mendukung atlet agar lebih berprestasi, jangan sampai jadi objek kepentingan tertentu,” ucapnya.

Harap Yopi, pemerintah dan masyarakat Ciamis harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada atlet tersebut.

” Jangan sampai atlet tersebut ada tekanan dari pihak manapun. Begitu juga jurnalis yang meliput di lokasi jangan ada intimidasi dari pihak tertentu, ” tuntasnya. (Ceng)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.