Kegiatan Pramuka Susur Sungai Berakhir Maut, 11 Pelajar MTs Harapan Baru Ciamis Meninggal

oleh -2 views
Kegiatan Pramuka

INSIDEN24 – Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berakhir maut. Sebanyak 11 pelajar MTs Harapan Baru  Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, meninggal dunia, Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 15.30 di Sungai Cileueur Leuwi Ili Dusun Wetan RT 01 RW 01 Desa Utama,  Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis.

Informasi yang dihimpun Insiden24.com, korban pelajar MTs Harapan Baru semuanya ada 13 orang.  Dua korban lainnya yakni Fabian Fasya  Firmansyah (14) dan Pembina 1 Yama (24) dalam kondisi kritis di ICU RSUD Ciamis.

Menurut Yazid Wijaya (14), pelajar MTs Harapan Baru, kejadian berlangsung saat acara Susur Sungai atau bersih-bersih di aliran Sungai Cileueur. Saat itu ada sekitar 150 pelajar putri dan putra yang lokasinya berpencar.

“Ketika itu terlihat ada teman-teman sekitar 13 orang menyeberang sungai. Namun saya yang berada di pinggir melihat teman-teman tenggelam ke pusaran air,” ujarnya.

Yazid pun kaget karena saat itu terlihat temannya akan saling menolong malahan terbawa arus. Sebanyak dua orang yakni siswa Fabian dan Guru Pembimbing Yama selamat .

“Kami minta tolong kepada masyarakat hingga dua orang berhasil dievakuasi ke RSUD Ciamis,” ucapnya.

Keterangan warga setempat, Alvin (31), saat itu dirinya sedang memancing, dan melihat ada siswa- siswi menyeberang sungai. Tiba-tiba ada yang berteriak meminta tolong.

“Saya kebetulan sedang berada di lokasi dan langsung berusaha menolong mereka, namun yang selamat hanya dua orang. Sementara 11 orang masuk pusaran air, saat itu BPBD Ciamis juga mengevakuasi dua orang yang kritis itu,” ujarnya.

Kegiatan Pramuka  Berakhir Maut, 11 Orang yang Meninggal Dievakuasi

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya mengatakan,  evakuasi yang dilakukan sejak sore oleh tim gabungan membuahkan hasil.

“Kami melakukan pencarian, total yang meninggal berjumlah11 orang dan yang dua orang kritis dirawat di RSUD Ciamis. Jadi totalnya ada 13 orang korban kritis dan meninggal yang dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Darlok BPBD Kabupaten Ciamis Memet Hikmat mengatakan, pencarian korban yang dilakukan sampai malam membuahkan hasil.  “Dari 13 orang korban, 11 orang meninggal dunia, tiga perempuan dan sisanya laki-laki.

Semuanya kami temukan di lokasi leuwi tersebut,” ucapnya.

Ditambahkannya, pencarian bisa selesai semuanya pada malam itu berkat gabungan Tagana, Basarnas, kepolisan TNI serta masyarakat. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.