Cerita Saksi Hidup Guru MTs Harapan Baru yang Sempat Tenggelam, Kondisi Membaik, Dada Masih Sesak

oleh -0 views
Cerita Saksi Hidup Guru MTs

INSIDEN24 – Cerita saksi hidup guru MTs Harapan Baru Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis yang sempat tenggelam, Tama Yana (24), tentang tragedi di Leuwi Ili, Dusun Wetan RT 01 RW 01 Desa Utama,  Kecamatan Cijeungjing.

Saat ini kondisi Tama di RSUD Ciamis semakin membaik, namun dadanya masih sesak.

Menurut Arif Hidayat selaku orangtua Tama, anaknya selamat dan kondisinya sekarang bisa sadar. “Ia sudah pindah ruangan dari asalnya di IGD sekarang di Ruang Hasan Sobari,” katanya, Minggu (17/10/2021).

Diberitakan Insiden24.com sebelumnya, kegiatan susur sungai itu berakhir maut. Sebanyak 11 pelajar MTs tersebut meninggal dunia, Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 15.30.

Informasi yang dihimpun, korban pelajar MTs Harapan Baru semuanya ada 13 orang. Dua korban lainnya yakni Fabian Fasya Firmansyah (14) dan Pembina Tama Yana dalam kondisi kritis di ICU RSUD Ciamis.

Arif menyampaikan, berdasar cerita dari anaknya, di lokasi sungai itu anaknya melakukan pengecekan sungai untuk menyeberang. Namun saat sampai di tengah ternyata semakin dalam, lantas ia kembali lagi dan menyuruh para siswa jangan turun dulu.

“Walaupun dangkal, kata anak saya, di sampingnya agak curam. Anak saya mengatakan jangan turun dulu, namun begitu di bilangin mereka malahan terseret ke arah yang dalam,” ujarnya.

Saat itu, kata Arif, Tama yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara berupaya menolong.

“Tapi namanya orang tenggelam terinjak-injak. Anak saya juga terinjak-injak siswa supaya selamat, sampai anak saya tenggelam. Jadi sempat saling tolong semuanya,” ujarnya.

Setelah ada yang tenggelam, para siswa itu pun sempat mundur.

“Saat melintas sungai itu baru separuhnya, tidak semua. Saat anak saya mengatakan jangan turun dulu, mereka berebut hingga kemudian banyak yang tenggelam,” ucapnya.

Cerita Saksi Hidup Guru, Mengaku Karena Diajak

Arif menyebutkan, jika kondisi anaknya membaik akan di bawa pulang ke kediamannya di Cirebon karena kalau di Ciamis di khawatirkan tak ada yang mengurus.

“Kalau sudah sembuh boleh ke Pesantren Cijantung lagi melanjutkan kegiatan sebagai guru honor,” ucap Arif sambil menyebutkan anaknya baru setahun menjadi guru honorer di MTs Harapan Baru.

Disampaikan Arif, dalam kegiatan itu anaknya hanya diajak temannya.

“Makanya saya bingung dalam berita menyebutkan anak saya pembina 1, padahal ada pembina lain selain anak saya,” ucap Arif.

Adapun kondisi Tama saat ini masih mengalami sesak nafas karena kemungkinan tubuhnya terinjak-injak.

“Mungkin karena kondisi siswa-siswa saat itu sedang panik,” kata Arif. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.