Polisi Temukan Ladang Ganja di Tasikmalaya, Penanamannya Tumpang Sari Dengan Sayuran 

oleh -0 views
Polisi Temukan Ladang Ganja

INSIDEN24 – Polisi temukan ladang ganja di Tasikmalaya, penanamannya tumpang sari dengan sayuran di lahan pertanian seluas 280 meter persegi yang berada di perbukitan.

Pengungkapan itu, Sabtu (17/10/2021) di Curug Parana Datarandu, Sukamaju, Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tepatnya oleh Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya, Jawa Barat. Polres juga mengamankan penanamnya yang bernama Iwan alias Patek yang merupakan pemilik lahan.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan Barang Bukti (BB) berupa pohon ganja, ganja kering, pupuk dan polibag.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono menyatakan, jajaran anggota Satnarkoba Polres Tasikmalaya mengungkap ladang ganja di pegunungan tersebut.

“Anggota kami masih kembangkan pengungkapan ladang ganja tersebut,” tegasnya.

Dibenarkan lagi, Kasat Narkoba, AKP Dedih Praja, pengungkapan ladang ganja ini bersama KBO Narkoba, Ipda Caryadi dan Kanit Bripka Ilyas Adam. Terungkapnya ladang ganja tersebut juga berkat laporan masyarakat.

“Sehingga, kami datang ke sebuah lahan pertanian seluas 280 meter persegi yang berada di perbukitan. Petugas juga mendapati ladang ganja di lahan sayuran milik warga,” paparnya.

Polisi Temukan Ladang Ganja, Pola Penanaman Tumpangsari

Dedih menyampaikan, dari lokasi, pihaknya amankan tiga pohon ganja siap panen yang di tanam dalam polibag.

“Bahkan, 27 pohon lainnya ditanam di sela-sela pohon cabai,” paparnya.

Kata Kasat, untuk ukuran ganja ini, kurang dari satu setengah meter. Sejumlah pohon ganja lainnya juga masih berusia dua pekan.

“Jadi, ada sekitar 30 pohon ganja yang kami temukan,” paparnya.

Dedih menjelaskan, bahkan pelaku ini, menanam ganja melalui sistem tumpang sari. Pohon ganja ditanam dengan pohon cabai. Setiap dua meter, terselip satu pohon ganja.

“Jadi, sistem tumpang sari dengan tanaman lain, selang dua meter, satu tanaman ganja,” ucapnya.

Pihaknya juga amankan seorang warga bernama Iwan alias Patek sebagai pemilik lahan. Pelaku juga mengaku sudah dua kali panen ganja. Yakni, ganja kering yang sempat di panen dan di konsumsi pelaku.

“Kami amankan, warga pemilik lahan masih diperiksa anggota. Serta, kami juga sedang kejar pemasok bibitnya,” tuntasnya. (Den/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.