Beasiswa Kuliah di Turki Diraih Dua Siswa Alumni Pesantren Tahfidz Qur’an Agrowisata Ciamis 

oleh -1 views
Beasiswa Kuliah di Turki

INSIDEN24 – Beasiswa kuliah di Turki diraih dua siswa alumni Pesantren Tahfidz Qur’an Agrowisata. Tepatnya, mereka dari Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Direktur Pesantren Tahfidz Qur’an Agrowisata, Shaleha Achmal Junmiadi menyatakan, ada dua alumni pondok pesantrennya yang mendapatkan beasiswa YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba)/Türkiye Bursları. Yaitu, beasiswa bergengsi dari pemerintah Turki.

“Mereka adalah Reza Pahlevi dan M. Auludin yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S1 di fakultas İlahiyat Universitas Sivas Cumhuriyet Turki. Mereka juga sudah berada di kota Sivas sejak tanggal 14 Oktober. Tidak lain untuk mengikuti persiapan pembelajaran bahasa dan kuliah di universitas tersebut,” jelasnya.

Kata Junmiadi, beasiswa YTB memang menjadi salah satu beasiswa terfavorit di berbagai negara dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Beasiswa tersebut menanggung seluruh biaya. Itu mulai dari pemberangkatan hingga studi selesai untuk level studi S1, S2 dan S3.

“Tercatat pada 2021 lebih dari 30.000 orang mendaftar dan hanya 50-an pelajar/mahasiswa dari tanah air yang berhasil menerima beasiswa tersebut. Khususnya, untuk berbagai universitas negeri di Turki,” jelas Junmadi sebagai Pimpinan pondok Agrowisata Shaleha sekaligus founder Lembaga Pengkajian Indonesia Turki (LPIT) tersebut.

Beasiswa Kuliah di Turki, Kedua Santri Tersebut Berprestasi

Lanjut Junmiadi, kedua santri yang dapat beasiswa itu sangat berprestasi sejak menempuh pendidikan di pondok. Selain memiliki hafalan Qur’an 30 juz, mereka juga memiliki sisi leadership (kepemimpinan) islami.

“Sisi kepemimpinannya ala Utsmani yang mulai diterapkan pada sistem pesantren tersebut,” ucapnya.

Ungkap Junmiadi, tentunya, menjadi pijakan santri penghafal Qur’an juga agar mampu bersaing di tingkat internasional. Khususnya, untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

“Selain Turki, kami juga memiliki alumni yang melanjutkan studi ke Malaysia dan Yaman. Yaitu, di Universitas İnternasional Al Bukhary Kedah dan Al Rayan Yaman University,” paparnya.

Penjelasan Junmiadi, di pondok pesantrennya juga memadukan kurikulum modern. Khususnya, antara tahfidz Qur’an tingkat Madrasah Aliyah dengan kompetensi agrowisata.

“Lokasi pesantren kami berada di daerah strategis dengan potensi di bidang pengelolaan pertanian dan wisata. Bahkan, letaknya juga di dekat komplek wisata religi air danau Situ Lengkong (makam Syeikh Panjalu),” tuntasnya. (Ceng/Rls)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.