Ungkap Ladang Ganja, Polisi Nyamar Jadi Penggembala Kerbau

oleh -3 views
Ungkap Ladang Ganja

INSIDEN24 – Ungkap ladang ganja, polisi Polres Tasikmalaya menyamar berbagai profesi. Mulai pengembala kerbau, tukang ojek, hingga tukang sambit rumput.

Menurut Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono SIK, MM, CPHR, secara intensif selama sepekan anggotanya melakukan pendalaman terhadap lokasi yang awalnya diduga ladang ganja. Awalnya ada informasi tanaman ganja di perbukitan di Kampung Datarwaru Desa Sukamaju Kecamatan Bantarkalong.

“Anggota kami sampai melakukan penyamaran sebagai tukang ojek, penyabit rumput sampai penggembala kerbau,” katanya saat ekspose di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (21/10/2021).

Kata Kapolres, saat mengungkap ladang ganja dalam penyamaran itu menemukan 30 batang pohon ganja. Setelah cukup bukti, anggotanya berhasil menyergap pelaku di lokasi. Pelaku IW alias Patek (50) adalah pemilik lahan ganja.

“Kami ketahui, ia menanam ganja dengan cara tumpang sari bersama tanaman cabe yang serupa sejajar ketinggian tanamannya,” ucapnya.

Kata Kapolres, IW juga mengaku dirinya mengonsumsi dan menjual ganja tersebut.

“Ia mengaku kepada kami sudah ada dua kali panen,” katanya.

Rimsyahtono menegaskan, selain IW yang sudah jadi tersangka, satu orang pelaku atau pemasok bibit ganja masih Daftar Pencarian Orang (DPO)

“Kami terus memburu pelaku,” ucapnya.

Ungkap Ladang Ganja, Polisi Amankan 30 Batang Pohon

Penjelasan Kapolres, dari hasil pengungkapan ini pihaknya mengamankan Barang Bukti (BB) sebanyak 30 tanaman, bibit, dan alat budidaya lainnya.

“Semuanya akan kami musnahkan nantinya,” katanya

Lanjut Kapolres, atas perbuatannya, IW terkena Pasal 114 ayat (1) juncto 111 ayat 2 juncto 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

“Ancaman hukuman penjaranya di atas lima tahun,” ucapnya.

Pengakuan IW, dirinya telah menanam dan memelihara ladang ganja sudah setahun lebih.

Menanam pohon ganja pada lahan seluas 20 bata atau 280 meter persegi di lakukan dengan cara tumpang sari dengan tanaman cabai.  “Serta sebagian saya tanam di polybag,” tuturnya.

IW menyebutkan, dalam waktu setahun pihaknya dua kali memanen ganja. dan Cara menanamnya belajar sendiri. “Untuk sampai panen paling tujuh bulanan. Saya konsumsi sendiri agar nafsu makan bertambah dan lebihnya saya jual,” katanya. (Den/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.