Masyarakat Kabupaten Ciamis Memiliki Keluhan Kesehatan Mencapai 39,20 Persen 

oleh -4 views
Masyarakat Kabupaten Ciamis

INSIDEN24 – Masyarakat Kabupaten  Ciamis memiliki keluhan kesehatan mencapai 39,20 persen atau sebanyak 560.662 orang.

Itu ungkapan Ketua Bidang Partisiapasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahaswa Islam (HMI) Cabang Ciamis, Ilham Nur Suryana terkait banyaknya keluhan kesehatan masyarakat.

“Jika kita lihat pada Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ciamis, pada indeks kesehatan menunjukan angka 79 dan 34 persen yang bersumber di BPS,” jelasnya.

Lanjut Ilham, berdasarkan sumber yang sama, yakni dari BPS, baru ada 4 desa/kelurahan yang memiliki sarana dan prasarana kesehatan. Kemudian, ada 39,20 persen masyarakat Kabupaten Ciamis yang memiliki keluhan kesehatan atau mencapai 560.662 orang.

“Hal itu yang kemudian menjadi landasan kami dalam mempertanyakan, sudah sejauh mana program promosi kesehatan,” ungkapnya.

Kata Ilham, padahal rencananya dalam dokumen RKPD 2021, sejumlah 3.417.750.000 itu lebih besar daripada peningkatan pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Bahkan,  kesehatan reproduksi dan lansia di 37 puskesmas senilai 115.500.000.

“Serta, BOK kabupaten pencegahan dan pengedalian penyakit menular senilai 260.195.000. Itu untuk 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis,” paparnya.

Artinya, kata Ilham, pemenuhan terhadap pelayanan masyarakat, khususnya pada penanggulangan penyakit menular, salah satunya DBD di 37 puskesmas, sangat minim.

“Bagaimana mungkin bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Apalagi, jika pada kebijakan dan pemetaan masalahnya saja tidak begitu diprioritaskan,” ucapnya.

Ungkap Ilham, padahal hal tersebut tercantum dalam dokumen RPJMD yang termasuk dalam 11 program unggulan Bupati Ciamis. Mengingat, itu juga berdasarkan pasal 15 Undang-Undang No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

“Itu menyatakan pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan, tatanan dan fasilitas kesehatan. Baik fisik maupun sosial bagi masyarakat. Khususnya, itu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya,” tuturnya.

Ilham juga mengimbau kepada OPD terkait untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pencegahan. Serta, pengendalian penyakit DBD karena hal itu sangat membayakan masyarakat.

“Kemudian, perlu juga melakukan proses edukasi secara masif terhadap masyarakat. Khususnya, itu untuk meningkatkan kualitas kesehatannya,” tuntasnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.