Bayi Dibuang di Panjalu Banyak yang Minat Mengadopsi, Inilah Syarat-Syarat untuk Adopsi

oleh -2 views
Bayi Dibuang di Panjalu

INSIDEN24 – Bayi dibuang di Panjalu Kabupaten Ciamis membuat prihatin masyarakat. Bahkan banyak yang berminat untuk mengadopsi.

Namun untuk mengadopsi tentu tak mudah. Ada syarat-syarat yang harus di tempuh oleh calon orangtua angkat jika akan mengadopsi bayi.

Penjelasan Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial  Dinas Sosial  Kabupate Ciamis Ace Hidayat SIp, untuk mengadopsi anak jelas ada aturanya. Tata cara adopsi ada pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Diperkuat lagi dengan Permensos Nomor 110 Tahun 2009 tentang persyaratan pengangkatan anak. Jadi ada undang-undangnya, dan untuk persyaratan oleh permennya,” tuturnya, Rabu (17/11/2021).

Ace mengatakan, contohnya bayi yang beberapa hari lalu di temukan di Kecamatan Panjalu itu termasuk telantar karena tidak seperti adopsi penyerahan dari orangtua langsung atau pihak yayasan.

“Bayi yang di Panjalu  masih dalam pemantauan kesehatan serta selama tiga bulan  masih bayi telantar,” ujarnya.

Ace menyebutkan kenapa tiga bulan karena ada hak kepolisian mengadakan penyelidikan, sampai di temukan atau tidaknya orangtuanya selama tiga bulan tersebut.

“Kalaupun tidak ketemu orangtuanya meskipun belum tiga bulan kondisi bayinya baik, tapi bayi sekarang masih dalam pantauan karena berat badanya kurang dari 2 Kg. Maka, bayi tersebut ke depannya  harus ke panti anak milik pemerintah yang ada di Bandung,” ujarnya.

Lanjut Ace, kalau memang berminat mengadopsi silahkan ke Dinas Sosial Ciamis, namun adopsi ada persyaratannya.  Salah satu contoh  calon orangtua angkatnya itu minimal  usia 30 tahun sampai maksimal 55 tahun. Bahkan sekurang-kurangnya sudah menikah limw tahun dan tidak miliki anak atau hanya memiliki seorang  anak.

“Persyaratannya  banyak, salah satunya itu,” ujarnya.

Bayi Dibuang di Panjalu Banyak yang Berminat Mengadopsi, Harus Keluar Dulu SK Pengasuhan

Ace menyampaikan, bila persaratan berkas sudah lengkap baik dari Dinsos dan sesuai permensos, baru home visit dulu ke rumah calon orangtua angkatnya.  Kalau sudah lengkap dan beres lalu merekomendasikan ke Dinas Provinsi. Kalau sudah oke dari provinsi keluarlah SK  pengasuhan selama  enam bulan.

“Jadi ada pemantauan selama enam bulan perkembanganyna, baik pisikologis anak dan kesehatabnya. Kalu sudah  memenuhi enam bulan baru keluar SK pengasuhannya,” ucapnya.

Tahapan lainnya, kata Uce, ada home visit lagi setelah ada rekomendasi lagi Dinas Sosial Provinsi. Setelah home visit kedua kali oke, barulah dari Dinas Sosial Provinsi mengeluarkan surat rekomendasi ke Pengadilan Negeri.

“Hal itu untuk penetapan anak, jadi tidak bisa ujug-ujug adopsi namun ada tahapan-tahapan panjang,” tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.