Kejaksaan Negeri Ciamis Menang di MA, Akhirnya Mantan Kades Panjalu Dibui

oleh -5 views
Kejaksaan Negeri Ciamis

INSIDEN24 – Kejaksaan Negeri Ciamis menang di Mahkamah Agung (MA), akhirnya mantan Kepala Desa (Kades) Panjalu Kabupaten Ciamis inisial HRC dibui.

Kamis (18/11/2021) siang, terpidana HRC masuk ke Lapas Kelas II B Kabupaten Ciamis.Kasusnya adalah penyelewengan dalam pengelolaan dana retribusi wisata Situ Lengkong Panjalu tahun 2015-2018.

Kejaksan Negeri Ciamis mencatat kerugian negara sekitar Rp 2,24 miliar.

Kepala Kejari Ciamis Yuyun Wahyudi mengatakan, HRC sebelumnya  melaksanakan sidang di PN Tipikor Bandung pada 27 Januari 2021. Saat itu ada putusan dan menyatakan HRC terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan pada dakwaan subsidair.

“Tetapi bukan merupakan tindak pidana korupsi atau putusan lepas dari segala tuntutan,” ucapnya.

Lanjut Kajari, dari putusan Pengadilan Tipikor Bandung, Penuntut Umum dari Kejari Ciamis melakukan upaya hukum kasasi pada tanggal 20 Februari 2021 ke Mahkamah Agung.

“Hingga kami dapat putusan MA Republik Indonesia Nomor 2683 K/Pid Sus/2021 tanggal 16 September 2021. Akhirnya, terpidana HRC telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Putusannya, kata Kejari,  mantan Kades Panjalu tersebut dipidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan selama 6 bulan. Selain itu harus membayar uang pengganti sebesar Rp 2.243.888.750,00.

“Apabila dalam waktu paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap uang pengganti tersebut. Sebaliknya kalau tidak dibayar, maka harta benda terpidana disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” katanya.

Yuyun menegaskan, bila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 1 tahun. “Itu ketentuannya,” jelasnya.

Yuyun menerangkan putusan kasasi MA upaya hukum terakhir, keputusan ini telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Tertera dalam Pasal 270 KUHAP yang menyatakan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan jaksa.

“Hingga kami laksanakan eksekusi badan kepada HRC dengan memasukannya ke Lapas Kelas II B Ciamis,” tuturnya.

Kejaksaan Negeri Ciamis Menang di MA, Ini Pernyataan Kuasa Hukum HRC

Keterangan Kuasa Hukum Terdakwa dari Kantor Hukum Manurung Sunan Purnama, Dudung Hidayat SH MH, menurut hasil audit yang disangkakan korupsi kepada HRC  tidak terbukti.

“Padahal itu untuk keperluan pembangunan desa, maka cukup aneh HRC yang membangun desa lantas dipersalahkan,” ujarnya.

Kata Dudung, persoalannya hanya gara-gara tidak menyetorkan retrebusi. Namun justru kemudian, karena retrebusi yang selalu berat sebelah.

“Sementara desa yang capek bekerja, tetapi justru kepentingan pemerintah yang dikedepankan,” tuturnya.

Penegasan Dudung, silahkan bisa melihat dalam perda-perda mengenai hal tersebut memberatkan desa.

“Justru seharusnya ada pembinaan lebih lanjut pemerintah daerah Kabupaten Ciamis dan melihat pembangunan desa di Panjalu,” tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.