Kakek Residivis yang Tipu 11 Motor Pelajar Tertangkap, Beraksi Selalu Naik Angkutan Umum

oleh -3 views
Kakek Residivis

INSIDEN24 – Seorang kakek residivis yang tipu 11 motor pelajar tertangkap anggota Polres Ciamis, saat beraksi selalu naik angkutan umum. Pelaku adalah N (58), warga Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Pada Senin (22/11/2021) pagi Polres Ciamis mengadakan konferensi pers di Aula Pesat Gatra Mapolres Ciamis, Kabupaten Ciamis. Dengan menampilkan tersangka berikut barang bukti (BB) belasan motor hasil penipuan dan penggelapan.

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan, terungkap dan tertangkapnya tersangka setelah kepolisian mendapat laporan dari WSA (41), warga Desa Cibuluh Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

“Pelaku ini residivis yang melakukan kasus yang sama dan pernah melakukan kriminal penganiayaan,” ujarnya.

Kapolres menyampaikan, modus tersangka dengan berpura-pura meminjam kendaraan korban untuk menjemput istrinya. Namun setelah di tunggu lama, tersangka tidak juga mengembalikan sepeda motornya.

Seperti kejadian ketika korban hendak ke minimarket, di tengah jalan di cegat oleh tersangka untuk mengantarkannya sampai gang yang dikira tempat kosnya.

“Saat itu, tersangka menitipkan sebuah berkas berisikan kertas kosong dan satu lembar uang pecahan Rp 10 ribu. Sampai kemudian kendaraan tidak di kembalikan,” katanya.

Wahyu menjelaskan, semua korbannya anak-anak usia rata-rata 15 tahun ke bawah. Dari hasil pengembangan, tindakan ini bukan yang pertama oleh tersangka.

“Pelaku pernah melakukan aksi yang sama di lima titik lokasi wilayah hukum Polres Ciamis,” katanya.

Kakek Residivis yang Tipu 11 Motor Pelajar Tertangkap, Uangnya Dipakai untuk Sehari-hari

Kata Kapolres, tersangka menjualnya dan menggunakan hasil perbuatan penipuan untuk kehidupan sehari-hari.

“Dari penipuan itu, tersangka  menggunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tuturnya.

Penegasan Kapolres, atas perbuatan pelaku, pihaknya menjerat tersangka dengan pasal dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan sepeda motor.

Hal itu sesuai Pasal 378 KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana “Ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara,” katanya.

Pernyatan dari Kanit Unit Jatanras Reskrim Polres Ciamis Iptu Yaya Koswara, tersangka selalu beraksi di Ciamis yaitu Ciamis kota, utara hingga selatan dengan memakai angkutan umum.

“Setelah berhasil, pelaku menjual motor dengan harga murah. Pelaku  melakukan aksinya sudah 11 kali,” katanya.

Yaya menambahkan, pelaku awalnya punya bisnis isi ulang air namun bangkut. Sejak itulah pelaku jadi berbuat kriminal setelah masuk penjara kasus pemukulan di Bandung. “Namun aksinya naik menjadi penipuan dan penggelapan,” ujar Yaya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.