Sebelum Hajatan Konon Harus Ziarah ke Makam Leluhur, Itu Cerita Mitos di Pawindan Ciamis

oleh -26 views
Makam leluhur

INSIDEN24 – Sebelum hajatan konon harus ziarah ke makam leluhur, itu cerita mitos (urband legend) di Kampung Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sutarman (65) tokoh masyarakat sekitar menceritakan, konon di tempat ini kalau lupa atau tidak melakukan ziarah ‘nadran’ ke makam leluhur yaitu Makam Kanjeng Dalem Nayapita saat akan menggelar hajatan, maka akan ada kejadian.

Kanjeng Dalem Nayapita adalah salah satu pemimpin di wilayah tersebut sejak zaman Kerajaan Galuh. Lokasi pemakamannya berada di paling atas kampung tersebut.

Kata Sutarman, makam tersebut sering dikunjungi peziarah dari luar daerah, salah satunya dari Tasikmalaya dan Bandung. Bahkan katanya di area makam ini memiliki kekuatan magis. Ada juga yang percaya di sekitar makam ini terdapat bokor emas.

“Dulu area pemakaman ini juga sering digunakan warga untuk bersembunyi dari militer Belanda saat menjajah. Warga berkumpul di lokasi makam tersebut. Meski tempat tersebut cukup terbuka, tapi Belanda tidak akan melihat masyarakat berkumpul,” ucapnya, Sabtu (2/11/2021).

Sutarman mengutarakan, dari cerita kakeknya, ketika ada Belanda melintas ke wilayah ini, warga langsung berkumpul di area makam.

“Konon Belanda seolah-olah tidak melihat warga padahal banyak orang, ada pelindungnya,” ucapnya.

Sebelum Hajatan Harus Ziarah ke Makam Leluhur, Hingga Tanggal 1 Bulan Hijriah.

Sutarman menerangkan, warga rutin melakukan ziarah ke makam Eyang Nayapita setiap tanggal 1 bulan hijriah. Warga pun biasa berziarah ketika akan melaksanakan hajatan baik pernikahan atau khitanan.

“Apabila tidak dilakukan konon dipercaya akan ada kejadian menimpa yang bersangkutan,” ujarnya.

Lanjut Sutarman, dulu juga sempat ada warga yang lupa tidak ziarah ke lokasi tersebut dan ada kejadian menimpanya.

“Sehingga warga sampai sekarang masih ziarah ketika akan hajatan,” ucapnya.

Peryataan Husen, seorang warga setempat, warga di kampungnya selalu melaksanakan ziarah ketika akan hajatan. Ia menyaksikan sendiri ketika ada orang yang melaksanakan khitanan tapi lupa ziarah, pada saat hajat ada angin besar yang terjadi secara lokal atau hanya di tempat tersebut saja.

Bahkan kata Husen, kalau ada warga yang lupa tidak nyuguh atau ziarah ke makam, ada hujan angin di sekitar lokasi itu.

“Padahal di sekitar tempat tinggal saya sama sekali tidak ada angin,” tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.