Upaya Mencegah Seksualisme Berkepanjangan, Mahasiswa Hukum IAID Gelar Webinar

oleh -48 views
Upaya Mencegah Seksualisme

INSIDEN24 – Upaya mencegah seksualisme berkepanjangan, Himpinan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) IAID gelar webinar hukum nasional. Kegiatan digelar Jumat (26/11/2021) pagi dengan tema “Pencegahan Kekerasan Seksual di Indonesia”.

Ketua HMPS HKI IAID Ciamis Sandy Rezkia menyampaikan, isu kekerasan seksual kini semakin marak terdengar. Sebenarnya sudah acap kali terjadi, namun baru-baru ini terungkap gamblang karena adanya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.

“Meskipun dalam realitanya banyak menuai perdebatan, Permendikburistek tersebut setidaknya menjadi payung hukum bagi para pelaku kekerasan maupun pelaku hubungan seksual,” katanya.

Sandy menerangkan, kegiatan webinar ini adalah program kerja yang melibatkan kolaborasi dengan kampus lain. Namun, karena banyak kendala yang tidak bisa dihindari, terpaksa program ini dimulai di kampus atau HMPS pribadi.

Kata Sandy, kendati webinar digelar malam hari, namun para peserta terlihat begitu lahap menyantap materi yang disampaikan narasumber DR Sumadi, seorang akademisi.

“Beliau juga bangga dapat berdiskusi bersama teman-teman mahasiswa,” ucapnya.

Upaya Mencegah Seksualisme, Mahasiswa jadi Agen untuk Pengadu Hukum

Peryataan narasumber DR Sumadi, harapannya pasca kegiatan webinar ini mahasiswa hukum khususnya mampu menjadi agen untuk pengadu hukum.

“Pascawebinar ini saya harap semua mesti punya peran, masing-masing kalian harus mengejawantahkan nilai-nilai sosial dengan mengedukasi perihal ini. Agar kerekerasan perilaku seksual tidak terus marak terjadi,” ucap Sumadi.

Rektor IAID Ciamis DR Hj. N Hani Herlina dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam dan rasa bangga yang tak bisa di ungkapkan lebih detail.

“Alhamdulillah HMPS HKI ini cepat tanggap dalam merespons isu terkini,” ujarnya.

Harapan Hani, semoga output dari webinar ini mampu menghasilkan gebrakan yang mendorong mahasiswa lain.

“Agar merasa takut dan patuh ketika akan melakukan hal-hal yang tidak inginkan, merasa sungkan dan menjadi benteng serta payung hukum bagi pelaku kekerasan seksual,” ujarnya.

Seorang magister hukum yang menjabat sebagai Kepala Program Studi (Prodi) HKI IAID Ciamis Ayi Ishak Sholih Mukhtar mengatakan, acara tersebut di ikuti dari pelbagai kampus lokal maupun nasional.

“Tentunya menjadi kebanggaan bagi saya, Prodi HKI ini menjadi gemilang dan di kenal banyak orang,” tuturnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.