Tunggu Pasien di Ruang Bayi RS TMC Pakai Kelas BPJS Tak Bisa Berdua, Beda dengan Kelas VIP, Dikeluhkan Pasien 

oleh -128 views
Tunggu Pasien di Ruang Bayi

INSIDEN24 – Tunggu pasien di ruang bayi RS TMC Kota Tasikmalaya pakai kelas BPJS tak bisa berdua, dikeluhkan  pasien. Hal itu dialami orangtua salah seorang pasien bayi, Selasa (30/11/2021), di lantai 5 ruang anak RS TMC.

Menurut Rahman (40) warga Indihiang, Kota Tasikmalaya, awal mulanya anaknya mengalami sakit dan harus masuk IGD RS TMC Tasikmalaya. Ia mengikuti prosedur yang berlaku, dengan tahapan suami istri harus menjalani swab test anti gen termasuk ananya.

“Kalau anak saya yang masih bayi tidak bayar test swab karena pakai BPJS kelas 2, sementara saya serta istri harus membayar Rp 200 ribu kurang,” katanya.

Kata Rahman, swab test anti gen itu keperluannya untuk  menunggu pasien selama di RS TMC. Setelah selesai test swab lantas dari bagian pendaftaran menginformasikan ruangan untuk pasien BPJS kelas II bayi sudah penuh, hanya ada kelas 3 yang sifatnya penitipan sementara.

“Kata pihak pendaftaran kalau sudah kosong bisa pindah ke kelas II BPJS,” ujar Rahman.

Lanjut Rahman, namun ternyata saat menunggu pasien bayi suami istri tidak bisa berdua,  peraturannya harus seorang atau salah satunya.

“Ini yang saya menjadi keberatan karena yang namanya pasien bayi beda dengan orang dewasa. Tidak mungkin yang menunggu ibunya sendirian, misalnya kalau mau ke WC istri saya harus gantian menunggu. Jadinya saya ribet harus naik turun ke lantai lima terus,” ujarnya.

Lanjut Rahman, pertama, kalau istrinya butuh dibelikan susu, nyuci dot dan menyeterilkan dot dan istrinya akan salat.

“Jadi ribetnya suaminya tidak boleh menunggu di dalam, padahal kalau istri butuh suaminya untuk menunggu bayi setiap saat harus telepon, saya bolak-balik dari bawah ke lantai lima,” ujarnya.

Lebih herannya, kata Rahman, saat dirinya menanyakan kepada pihak satpam memang peraturannya tidak boleh menunggu berdua. Hanya bisa menunggu berdua di ruang VIP dan sudah swab tas.

“Saya heran kan saya juga suami istri dan yang menunggu di BPJS itu sama menjalani swab tes juga, kenapa tidak bisa menunggu berdua,” ujarnya.

Tunggu Pasien di Ruang Bayi Bikin Ribet

Rahman mengaku  yang herannya, sama-sama menjalani swab test anti gen  tapi beda perlakuannya.

“Kalau tidak bisa menunggu berdua lebih baik tidak test swab sekalian, percuma, karena tidak bisa menunggu , sayang saya sudah bayar test swab,” ujarnya.

Lanjut Rahman, dengan adanya aturan itu tentunya ia menghargai, kalau mau tingkatkan pelayanannya sekalian.  “Karena saya tidak bisa menunggu sementara istri saya perlu apa-apa saya harus handle bolak-balik. Tolong bantu saja sekalian keperluan istri saya seperti nyuci dot, menunggu bayi untuk salat atau kalau mau ke WC tungguin bayi,” ujarnya.

Saat Rahman menanyakan kepada petugas pendaftaran TMC lantai 1, Afifah, dirinya ingin pindah kelas dari kelas III BPJS ke kelas II, jawaban Afifah bahwa kamar pasien anak sedang penuh, serta menunggu siangan untuk menanyakan lagi ketersediaan kamar.

“Intinya sekarang  lagi penuh, nunggu visit jam 9 jam10-an, bisa nanya jam 11 rencananya ada pasien pulang, kebetulan sekarang masih penuh,” kata Rahman menirukan ucapan Afifah.

Saat Rahman menanyakan, kemarin dirinya dan istri sudah test swab, apa bisa yang menunggunya dua orang suami dan istri, jawab Afifah kalau dokter  Gumiwang pasien kelas II atau III yang menunggunya hanya bisa satu orang.

“Kalau yang di VIP bisa nunggu dua orang dan harus swab test,” ujarnya.

Saat Insiden24.com mengonfirmasi dan menanyakan hal itu bahwa sama kedua orangtua bayi tersebut melakukan swab test juga, jawab Afifah kalau di kamar kelas I, II dan III itu gabung dengan pasien lain jadi menunggunya sendiri. “Namun kalau menunggu di satu kamar bisa menunggu berdua. Peraturan dari dokternya beda-beda, bagaimana dokternya,” kata Afifah. (Tas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.