Perempuan Bersuami Ditangkap Polisi,  Terkait Investasi Bodong 

oleh -29 views
Perempuan Bersuami Ditangkap Polisi

INSIDEN24 – Perempuan bersuami ditangkap Polisi Satreskrim Polres Tasikmalaya, terkait investasi bodong.

Eksposnya, Kamis (2/12/2021) pagi di Polres Tasikmalaya dengan menghadirkan tersangka AM alias A (28) warga Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono bahwa pelaku melakukan penipuan modus Investasi bodong terhadap 13 orang warga.

“Kerugian para korban meraup Rp 2,2 miliar dengan total korban 13 orang. Korban juga ada yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya dan dari luar kota yaitu, Bekasi,” jelasnya.

Kata Kapolres, untuk modus operandi pelaku yakni menawarkan kepada para korban untuk mengikuti investasi berupa uang. Para korban di janjikan keuntungan bunga 30 persen setiap pekan dari uang yang di investasikan.

“Kemudian, keuntungan investasi tersebut di janjikan akan dikembalikan keuntungannya atau bunganya dalam tempo waktu lima sampai tujuh hari. Bunganya juga tidak masuk akal, yakni 30 persen dan para korban tertarik dan akhirnya tertipu,” jelasnya.

Keterangan Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Dian Pornomo SIK MH  bahwa pelaku di kenakan pasal 378 KUH Pidana dan atau 372 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan. Pelaku sempat memberikan uang yang di klaim keuntungan kepada para korban.

“Uang yang pelaku berikan itu hasil gali lobang tutup lobang untuk memenuhi janjinya memberikan bunga 30 persen,” paparnya.

Perempuan Bersuami Ditangkap Polisi, Ini Pengakuan Pelaku

Pelaku AM alias A (28) mengaku untuk mengelabui para korban agar terbujuk menginvestasikan uangnya yaitu dengan cara menunjukkannya di media sosial. Yaitu, kegiatan usaha beras dan ada kegiatan sosial serta memiliki kantornya.

“Saya ajak korban ada yang dari Singaparna dan luar Tasikmalaya seperti Bekasi dan Banten. Total nilai investasinya mencapai Rp 2,2 miliar. Saya iming-imingi dalam waktu 5-7 hari bisa dapat bunga 30 persen, padahal tidak ada,” ungkapnya.

AM mengaku, sebanyak 13 orang nasabah atau yang menginvestasikan uangnya. Sejak tahun 2019 lalu, Ia menjalankan praktik modus investasi bodong tersebut.

“Cara merekrut mitra atau korban, saya selama empat bulan melakukan komunikasi dan menawarkan investasi. Selama empat bulan ada yang menginvestasikan uang jutaan, belasan sampai puluhan juta,” jelasnya.

Kata AM, mengenai uang hasil penipuan dan penggelapan investasi bodong tersebut oleh dirinya tidak di habiskan semua. Sebagian untuk menutupi biaya kehidupannya dan gaya hidup mewahnya.

Pernyataan kuasa hukum tersangka Teddy Cipta Lesmana lalu meminta penyidik untuk jeli dalam menangani kasus ini. Pihaknya juga menduga ada keterlibatan orang lain.

“Penyidik juga harus melihat secara detail karena masih mungkin ada keterlibatan orang lain. Khususnya, dalam kasus yang menjerat kliennya,” tuntasnya. (Dem/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.