Tanda-tanda Peningkatan Aktifitas Gunung Semeru Sebelum Meletus

oleh -10 views
tanda-tanda gunung semeru sebelum meletus
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) (Foto: Instagram #bnpblumajang)

INSIDEN24 – Sebelum meletus hebat pada Sabtu Kemarin Gunung Semeru sudah mulai menampakan tanda-tanda peningkatan aktifitas dalam beberapa hari terakhir.

Mengawali bulan Desember Gunung Semeru Di wilayah Curah Kobokan Kabupaten Lumajang mulai mengeluarkan awan panas, namun pada siang hari awan panas tersebut tidak teramati secara visual karena puncak Semeru tertutup kabut.

Awan panas semburan tersebut mulai terjadi menjelang pukul 1 siang disertai gempa berdurasi 1970 detik, begitu kabut tersingkap terlihat awan panas semburan tersebut hingga 1 kilo meter dari puncak gunung.

Arah awan panas tersebut menuju dusun kobokan kecamatan Pronojiwo lumajang.

Pada tanggal 2 Desember penomena serupa kembali terjadi, bahkan lava pijar sempat terlihat, saat itu para penambang pasir masih bekerja meski mereka merasa was-was hal itu karena Gunung Semeru pada malam hari sering terdengar bergemuruh dan lava pijar juga terus meluncur.

jika terjadi hujan para penambang pasir sudah bersiap untuk segera keluar dari aliran sungai untuk menghindari bahaya letusan sekunder.

Pada tanggal 2 Desember tersebut, pos pantau mencatat terjadi dalam buku panjang terakhir terjadi 61 kali letusan, 1 kali awan panas guguran, 4 kali gempa guguran serta 27 kali gempa hembusan.

Saat itu petugas mengimbau warga agar tetap tenang dan waspada, warga juga di himbau untuk menghindari beraktifitas pada radius 5km dari permukaan kawah sisi tenggara dan selatan.

Pada tanggal 3 Desember warga semakin waswas karena Semeru kian aktif, warga dengan jelas melihat awan panas turun dari lereng gunung, selain itu warga juga mendengar gemuruh yang sangat jelas, durasi suara tersebut lebih kurang mencapai satu menit.

Lalu mengawali hari sabtu kemarin guguran lava pijar terlihat jelas terus terjadi ke arah Curah kobokan, pemandangan tersebut terlihat sangat jelas dari dusun Kampung Ranteng Desa Oro oro Ombo Kecamatan Pronojiwo.

Pada catatan Sabtu pagi dalam 24 jam terakhir tercatat 54 kali gempa letusan 4 kali gempa guguran 18 kali gempa hembusan.

Warga pun diimbau untuk tidak beraktifitas dalam radius 5 km di jalur buangan kawah untuk menghindari korban.

Menjelang pukul 3 sore terpantau getaran terjadi, namun belum bisa di konfirmasi apa yang menyebabkan getaran tersebut.

Pada pukul 14.50 WIB warga penambang pasir di aliran Dasmujur dan juga Curah Kobokan dihimbau untuk segera naik dan menghentikan seluruh aktifitas mereka.

Warga berhamburan keluar rumah dan tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan sejumlah Desa tertutup debu, suasana di lereng Semeru pun gelap gulita bak malam hari,

Hujan dari Gunung semeru terlihat deras mengalir melalui sejumlah sungai yang berada di lereng Semeru, Erupsi Gunung Semeru juga mengakibatkan sejumlah jembatan terputus dan rusak berat.

Hingga saat ini petugas gabungan dibantu oleh warga masih mencari korban letusan Gunung Semeru. Sementara itu warga di lereng Semeru sudah berada di tempat pengungsian.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.