Kualitas Beras Jelek dan Saldo Kosong, KPM BPNT Mempertanyakan ke DinsosP3A Banjar

oleh -274 views
Kualitas Beras Jelek

INSIDEN24 -Kualitas beras jelek dan saldo kosong, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mempertanyakan hal itu ke kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Banjar, Rabu (15/12/2021).

Ketua RT 14 Dusun Parung Desa Balokang Kota Banjar Asep Kusmawan mengatakan, kedatangannya ke DinsosP3A  mewakili masyarakat. Sekaligus mengantar istrinya Santi Sumarni juga KPM karena Saldo di kartu BPNT kosong.

“Jadi sudah satu tahuhan kartu enggak ada saldonya, sama sekali tidak bisa menerima bantuan pemerintah,” ujarnya.

Asep mengaku, dalam satu tahun itu upaya sudah mengadu ke sana sini, bilangnya  nanti akan diurus.

“Namun sampai akhir tahun di Desember 2021 tidak ada kejelasan. Makanya kami datang perwakilan KPM BPNT ke DinsosP3A untuk meminta penjelasan,” katanya.

Tercatat, kata Asep, di kampungnya ada 50 KPM BPNT yang sama kosong saldonya.

“Memang program Presiden Jokowi bagus, tapi kami kecewa saat penggesekan kartunya kosong,” katanya.

Pernyataan dari Rina Marliana selaku KPM BPNT banyak yang mengeluhkan saat akan pengambilan sembako di agen e-warong, karena saat penggesekan saldonya kosong.

“Kosongnya bukan  sebulan dua bulan tapi hampir setahun. Selain itu kualitas berasnya juga kurang bagus kalau dimasak kuning,” katanya.

Rina menambahkan,  kebutuhan pokok pangan yang diterima oleh KPM BPNT harganya cukup mahal, seperti di pasar dadakan.

“Kalau perbandingan dengan di pasar tradisional pasti lebih murah, kualitas beras bagus,” ucapnya.

Kualitas Beras dan Saldo Kosong, Ini Penjelasan  DinsosP3A

Sekertaris DinsosP3A Kota Banjar Yudi Permadi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti kenapa hal itu bisa terjadi, sampai saldo KPM BPNT kosong.

“Karena itu bantuan dari Kemensos  kewenangannya ada di pusat bukan di daerah. Karena daerah hanya memonitoring, kalau ada kendala dan masalah di lapangan lalu dilaporkan saja,” ucapnya.

Yudi menyebutkan,  kualitas barang kebutuhan pokok seperti beras dan yang lainnya ke agenkan saja nanti akan menggantinya.

“Kami sarankan kepada KPM BPNT kalau kualitas beras jelek minta ganti, mau tidak mau harus ada penggantian.Karena agen harus bertanggung jawab, itu kata instruksi pusatnya,” ucapnya

Tambah Yudi, agen penyalur BPNT atau e-warong ke depannya harus warung berjualan sembako setiap hari.

“Karena itu untuk kemandirian agen, sehingga harus berjualan sembako setiap harinya,” tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.