Oknum Guru Ngaji Cabuli Santriwati di Tasikmalaya Akhirnya Ditahan

oleh -22 views
Oknum guru ngaji cabuli santriwati

INSIDEN24 – Oknum guru ngaji cabuli santriwati di Tasikmalaya akhirnya ditetapkan jadi tersangka dan langsung ditahan.

Pelaku AS (48) dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (16/12/2021) siang. Oknum guru pondok pesantren ini ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan melakukan tindak asusila terhadap tiga santrinya.

Kapolres Tasikmalaya  AKBP Rimsyahtono, mengatakan, awalnya disinyalir terdapat sembilan santri yang jadi korban. Namun, bukti hanya menemukan tiga santri yang dicabuli pelaku.

“Pelaku terbukti melakukan pencabulan terhadap tiga orang santriwati di bawah umur yang dilakukan saat korban sakit di kobong,” katanya.

Kata Kapolres, modus pelaku yakni berpura-pura mengobati korban yang sedang sakit di asrama santri putri dengan menawarkan pijat.

“Saat itulah pelaku melakukan aksi asusila terhadap para korbannya,” ujarnya.

Penjelasan Kapolres, adapun kronologis kejadiannya, pada Senin (9/8/2021) subuh lalu, di asrama putri pondok pesantren di Tasikmalaya Selatan.

“Aksi pelaku pada saat korban sakit dan istirahat di asrama putri sendirian dan pada saat anak itu ditinggal oleh santriwati lainnya sholat subuh,” ucapnya.

Penjelasan Kapolres,  kasus pencabulan ini masih didalami dan jika ada informasi tetap akan ditampung.

“Namun yang jelas hasil pendalaman kepolisian ada tiga orang anak yang menjadi korban,” ujarnya.

Terang Kapolres,  perilaku menyimpang yang dilakukan oleh pelaku sudah terjadi sejak lima tahun yang lalu dan terakhir Agustus 2021.

“Alhamdulillah tokoh agama, dan masyarakat mendukung untuk penanganan hukumnya,” ujarnya.

Oknum Guru Ngaji Cabuli Santriwati, Kini Memakai Rompi Tahanan

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo SH, mengatakan Barang Bukti (BB) adalah akte kelahiran korban, pakaian ketiga orang korban, handphone dan kartunya milik korban.

Tambah Dian, bukti lainnya adalah handphone dan kartu milik tersangka dan cetakan. Dengan perbuatanya itu tersangka dikenakan Pasal 82 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku tersebut terkena  ancaman pidana penjara 15 tahun,” ujarnya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto SIP, mengapresiasi pengungkapan kasus pencabulan ini, sebagai upaya untuk mengembalikan marwah pondok pesantren. Kondisi para korban dalam keadaan baik dengan upaya pemulihan psikologis.

” Dari hasil Komunikasi dan koordinasi kami bersama intinya untuk memutus mata rantai korban dan anak lainnya. Kita  mengharapkan kejadian ini berakhir serta psikologis korban kami tengah pulihkan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Polres Tasikmalaya cepat mengungkap kejadian pencabulan ini.

“PCNU berharap kepada masyarakat untuk tidak beranggapan negatif terhadap pondok pesantren. Tetap mesantrenkan putra dan putrinya,” tuturnya.

Selain itu masyarakat jangan kebingungan dan tenang, serta tidak banyak hoax yang beredar.

“Intinya dipastikan pelaku adalah oknum salah satu pengajar atau guru. Bukan pengurus atau pemilik lembaga atau yayasan jadi jangan takut mesantrenkan anaknya,” tuturnya (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.