Kabar Gembira ! WHO Optimis 2022 pandemi Covid-19 Berakhir

oleh -13 views
Ilustrasi Vaksin Virus Covid-19/Pixabay

INSIDEN24 – Memasuki tahun 2022, pandemi virus Covid-19 masih terus membayang-bayangi, beragam virus varian baru terus menghantui dan yang terbaru adalah varian Omicron.

Jadi sebenarnya kapan pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir?
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 2021 telah menjadi tahun yang menyakitkan bagi banyak dari semua orang, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merasa optimis bahwa pada tahun 2022 pandemi Covid-19 berakhir.

Tedros mengatakan, tahun 2022 harus menjadi akhir dari pandemi COVID-19, namun itu juga harus menjadi awal dari sesuatu yang lain – era baru solidaritas,” kata , Minggu (2/1/2022).

Ghebreyesus mengutarakan keyakinannya, Ia mendasari prediksi itu dari jumlah dosis vaksin yang terus meningkat didistribusikan ke seluruh dunia.

Sejauh ini tutur Ghebreyesus, bahwa jumlah dosis vaksin yang telah didistribusikan ke seluruh dunia sudah cukup mencapai target vaksinasi 40% populasi di setiap negara.

Kemudian mekanisme kerja sama pengadaan vaksin COVAX Facility juga telah mengirimkan 800 juta lebih vaksin ke negara-negara yang masih memiliki tingkat vaksinasi rendah.

Pasokan dosis vaksin seharusnya cukup untuk memvaksinasi seluruh populasi orang dewasa di dunia hal itu diproyeksi Ghebreyesus dan memberikan booster vaksin kepada populasi berisiko tinggi pada kuartal pertama 2022.

“Jadi saya menyuarakan sekali lagi kepada negara dan produsen vaksin untuk memprioritaskan dosis vaksin untuk COVAX dan bekerja sama untuk membantu negara yang masih tertinggal dalam hal vaksinasi,” ucap Ghebreyesus.

Sekitar 20% dari seluruh dosis yang didistribusikan setiap hari saat ini menurut menurutnya justru diberikan untuk suntik booster atau dosis tambahan.

Oleh karena itu hal tersebut kata Ghebreyesus, justru cenderung membuat pandemi semakin lama berakhir lantaran masih banyak negara yang belum bisa memberikan dua dosis pertama vaksin Covid-19 untuk warganya sesuai target WHO.

“Penting untuk diingat bahwa sebagian besar rawat inap dan kematian Covid-19 terjadi pada orang yang tidak divaksinasi, bukan orang yang tidak menerima booster vaskin,” ucap Ghebreyesus.

Ghebreyesus juga mengatakan bahwa vaksin yang dimiliki sudah sangat jelas tetap efektif melawan varian Delta dan Omicron.

“Prioritas global harus mendukung semua negara untuk mencapai target vaksinasi 40% secepat mungkin, dan target 70% vaksinasi pada pertengahan tahun ini,” pungkasnya. (Aln)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.