Akibat Program Sembako BPNT Dirapelkan Empat Bulan, Banyak Pemasok di Ciamis Kerepotan

oleh -30 views
Akibat Program Sembako BPNT

INSIDEN24 – Akibat program sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dirapelkan empat bulan, banyak pemasok di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kelabakan. Kualitas beras pun menjadi kurang baik.

Pengakuan pemasok/ suplayer berinisial AB, meny

ampaikan bahwa akibat program BPNT dirapelkan empat bulan justru dirinya semakin merepotkan. Berbeda kalau penyaluran normal satu bulan sekali, hanya satu paket sembako.

“Kalau normal sebulan sekali saya tidak terlalu repot dalam pengadaan sembako dan pelayanan karena sembakonya sedikit,” ujarnya, Senin (3/1/2022).

Lanjut AB, kalau dirapelkan empat bulan pengadaan sembako BPNT, itu justru sangat merepotkan menyediakan barang harus empat kali lipat.

“Sehingga empat paket sembako, telur ayam, beras, kacang dan buah-buahan harus menyediakan jumlah empat kali lipat. Sehingga barangnya yang justru sulit karena semua daerah banyak yang mencari sembako artinya berebutan,” ujarnya.

Kata AB, imbas dari pengadaan empat kali lipat sembako, karena sulit akhirnya harga-harga naik. Diantaranya telur Rp 23 per Kg sekarang jadi Rp Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu per Kg. Begutu juga harga beras dan komoditi lain naik semua.

“Secara otomatis kami keropotan mencari sembako berkualitas bagus, akhirnya beras kurang bagus juga kami beli. Sehingga dampaknya banyak yang komplain di lapangan terkait masalah kualitas beras,” ujarnya.

Dampak lainnya, kata AB, ada pelayanan yang harus serentak contohnya pada bulan September, Oktober , November dan harus selesai semuanya pada Desember tahun 2021. Hingga barang ?menumpuk di agen e-Warong yang ketersediaan tempatnya terbatas.

“Bahkan kami juga harus kejar waktu karena sangat terbatas, secara otomatis kalau rapel sembako empat bulan itu membuat kerepotan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, RN salah seorang KPM BPNT mengatakan, dirinya berharap menerima sembako normal sebulan sekali. Karena untuk makan keluarganya sebulan sekali dengan satu paket sembako cukup, beda dengan empat bulan yang harus menunggu lama.

“Bahkan kalau empat bulan justru sembako kebanyakan hingga banyak komoditas kurang bagus dan mubazir. Makanya sebagian sembako beras kami jual,” tuturnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.