Ulama Ciamis Gerah, Ferdinand Hutahean Dibiarkan, Bahar Bin Smith Langsung Ditahan

oleh -154 views

INSIDEN24 – Para ulama terkemuka di Ciamis, Jawa Barat, merasa gerah dengan cuitan pegiat media sosial Ferdinand Hutahean yang menyebut bahwa “Allahmu ternyata lemah”.

Mereka membandingkan cuitan Ferdinand Hutahean dengan tausiyah Habib Bahar Bin Smith.

Para ulama ini menilai, Habib Bahar Bin Smith begitu cepat diproses, sementara tokoh lain seperti Ferdinand Hutahean, Denny Siregar, Ade Armando dan Abu Janda yang dinilai melecehkan agama dibiarkan begitu saja tanpa proses hukum.

Pimpinan Pesantren Miftahul Huda II Bayasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, KH Nono Hanafi menilai, Cuitan Ferdinand Hutahaean diduga sudah memenuhi unsur SARA dan seharusnya ditangkap dan ditahan oleh aparat berwenang.

“Jelas cuitan Ferdinand Hutahaean sudah sangat memenuhi unsur, suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Jadi kalau memang presisi Polri penegakan hukum tanpa pandang bulu, maka sudah selayaknya Ferdinand Hutahaean dipanggil, disidik dan diselidiki,” kata KH Nono.

Baca juga: Sebut “Allahmu Ternyata Lemah”, Ferdinad Hutahean Dikecam

Bahkan, lanjut KH Nono, mantan politisi Demokrat itu sudah seharusnya dijadikan tersangka. Oleh karena itu, kata ulama Ciamis ini, harus ada nilai-nilai keadilan dalam penegakan hukum di tengah masyarakat.

Jangan sampai, kata dia, aktivis Islam bebicara seperti Habib Bahar Bin Smith langsung dijadikan tersangka dan ditahan, sementara Ferdinand Hutahea yang jelas menyinggung umat beragama dibiarkan begitu saja.

Naha (kenapa) banyak buzzer-buzzer seperti Ferdinand Hutahaean, Abu Janda, Denny Siregar dan Ade Armando mereka bebas begitu saja tanpa tersentuh hukum. Ini sangat mengusik rasa keadilan di masyarakat,” tegasnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul  Ulum Golangsing, Kecamatan Cipakau, Kabupaten Ciamis, KH Deden Badrul Kamal alias Golangsing menegaskan bahwa Ferdinand Hutahaean jelas harus ditangkap.

“Karena jelas dia melontarkan cuitan di medsos yang melukai umat muslim. Mana penegakan hukum di Indonesia, kenapa tebang pilih, responsnya tidak cepat,” katanya.

Baca juga: Merebaknya Penista Agama Seperti M Kace Memprihatinkan, FSPP dan Ulama Ciamis Wanti-wanti Penegak Hukum Harus Menghukum Berat

Kata Deden, beda dengan Habib Bahar Bin Smith yang langsung dijadikan tersangka dan ditahan, begitu cepatnya seperti kilat dalam proses hukumnya.

“Tapi para penista agama di Indonesia dibiarkan berkeliaran,” tuntasnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.