Kebersamaan Komunitas “Buniseuri Ngahiji”, Dimulai dari Penggalangan Dana Perbaikan Rumah Warga

oleh -7 views
Kejadian ambruknya rumah lapuk

INSIDEN24 – Kejadian ambruknya rumah lapuk milik Rukim (67) warga Dusun Kidul RT 09 RW 08 Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis akibat hujan deras serta kebakaran yang menimpa Wawan, warga RT 1/ 10 kampung Namas Blok Kebonjati, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku telah memantik empati sejumlah kalangan. Tak terkecuali Komunitas “Buniseuri Ngahiji”.

Komunitas yang diinisiasi tokoh muda Buniseuri Usep Sopyan itu pun akhirnya menggalang donasi guna membantu meringankan beban yang dialami dua korban tersebut.

Pada prinsipnya, komunitas yang dibentuk itu ingin memastikan bahwa seluruh warga Buniseuri memiliki sikap dan rasa saling memiliki, menghargai, saling tolong- menolong diantara sesama warga.

“Artinya ketika ada yang senang kita ikut senang dan ketika ada yang dalam kesusahan, kita harus berada tak jauh atau hadir bersama mereka. Nah sense of belonging (rasa saling memiliki) inilah yang tengah coba kita perkuat demi mendorong kemajuan di Buniseuri,” ujar Usep Sopyan usai menyerahkan donasi untuk ke dua korban tersebut pada Jumat 7 Januari 2022.

Bhakti sosial yang diberi label Jumat Berkah itu, ujar Usep, sudah jadi program rutin komunitas yang menghimpun masyarakat dari berbagai elemen. Dengan kebersamaan dari masyarakat yang heterogen itu, pengusaha industri makanan olahan ini yakin setiap persoalan yang meyelimuti warga lebih mudah untuk didapat solusinya.

“Ketika persepsi setiap warga sama dalam membangun kebersamaan, maka banyak cara dan jalan untuk menyiasatinya. Dalam pengumpulan donasi ini misalnya, mungkin berat dilakukan sendiri. Tetapi dengan kebersamaan, akhirnya bisa sedikit membantu meringankan beban ke dua korban ini,” kata pengusaha muda yang sudah mencicipi ceruk pasar luar negri ini.

Menurut Usep, penting dan besarnya nilai kebersamaan membuat siapa pun warga Buniseuri baik yang ada di lembur, sedang berkelana di kota besar atau di luar negeri diharapkan bisa ikut sama-sama merawatnya.

“Komunitas ini hanya ruang bagi semua warga dari berbagai kelompok masyarakat untuk mencetuskan gagasan, mengkajinya sembari berupaya merealisasikan tujuan dalam bingkai silaturahmi dan kebersamaan untuk kemajuan  Buniseuri,” ungkapnya.

Ikatan komunitas ini, diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu ruang dalam mempersatukan masyarakat yang tidak terpaku pada warna politik, ras ataupun  perbedaan pandangan apapun. “Frame kita adalah bagaimana kebersamaan bisa dirawat, diperkuat dan keberadaanya selalu terasa di tengah masyarakat baik dalam suka dan duka.  Tentu komunitas ini pun akan hadir dan mengawal laju pembangunan yang telah, sedang dan akan dikakukan oleh setiap pemangku kebijakan,” ujar dia.

Wawan maupun Rukim senang dengan kehadiran komunitas yang meluangkan waktu dan menyisihkan hartanya untuk membantu derita yang tengah dialaminya. “Hatur nuhun, semoga berkah dan jadi ladang ibadah Aamin,” kata dia (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.