75 Anggota Pramuka Dianiaya Senior, Ini Tanggapan Kepala SMAN 1 Ciamis

oleh -82 views
75 anggota pramuka dianiaya
Kepala SMAN 1 Ciamis Suarman.

INSIDEN24 – Pihak SMAN 1 Ciamis dan KCD XIII menyesalkan adanya penganiayaan dalam kegiatan pramuka.

Kepala SMAN 1 Ciamis Drs H Suarman Guntara MPd mengakui, memang ada kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dengan nama Pasukan Tongkat (Paskad), semancam pasukan baris berbaris.

“Dilaksanakan sebagai persiapan kalau nanti tampil dalam kegiatan Ciradika, maka perlu latihan itu. Tapi tidak disangka ada kekerasan, sampai ada korban luka-luka dari siswa,” kata Suarman.

Baca juga: 75 Anggota Pramuka SMAN 1 Ciamis Dianiaya Senior, Orangtua Lapor Polisi

Ia mengaku tidak mengetahui kejadian itu. Pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk membela diri. Pihaknya menegaskan bahwa tidak menerima permintaan izin dari panitia untuk kegiatan pada Sabtu (8/1/2022) itu ketika puluhan anggota pramuka dianiaya para seniornya.

“Justru kami tahunya laporan dari orangtua bahwa anaknya jadi korban penganiayaan,” katanya.

Lanjut Kepsek, setelah kejadian itu, selanjutnya pada Minggu (9/1/2022), korban sudah ditangani oleh Wakil Kepala Sekolah dan dibawa ke RSUD Ciamis untuk diobati.

“Saya kaget bisa terjadi seperti itu, jelas saya sangat menyangkan sekali,” ucapnya.

Suarman mengatakan, setahu pihaknya, kegiatan Pramuka itu adalah pembinaan karakter dan budi pekerti yang baik, bukan penganiayaan seperti kejadian ini.

“Dalam pengakuan siswa itu, bahwa kegiatan itu sebagai adat ambalan. Mereka juga menyadari adat itu tidak baik, apalagi ada korban luka-luka,” ucapnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka menganiaya juniornya hanya untuk mendidik, namun malah berakhir seperti ini .

“Bahkan memang kegiatan ekstrakurikuler pramuka tetapi tidak minta izin,” katanya.

KCD Ciamis prihatin

Kepala Seksi Pengawasan Pendidikan KCD XIII Ciamis, Hendria Sudrajat mengaku sangat prihatin dengan adanya korban dalam kegiatan Pramuka itu.

“Harapannya dengan kegiatan serupa ini, baik Pramuka atau juga kegiatan lain tidak terjadi kejadian seperti ini,” harapnya.

Hendria mengaku akan berkoordinasi dengan pihak sekolah langkah apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah ini.

“Langkah ini pun tidak lepas dari upaya-upaya koordinasi dengan pihak -pihak tentu, contohnya koordinasi dengan polres. Kalau ada koordinasi, langkah kepala sekolah dan jajarannya dalam pelakasaan yang tepat,” ucapnya.

Baca juga: Aktivis SPP Ciamis yang Dikeroyok di Pangandaran Akhirnya Meninggal

Saat ditanya bahwa masa pandemi memang boleh melaksanakan kegiatan tersebut, Hendria menjelaska, berdasarkan ketentuan rapat koordinasi, untuk ekstrakurikuler bisa dilaksanakan.

“Tetapi tetap melaksanakan protokol kesehatan. Tetapi, kalau ada kejadian seperti itu jelas tidak boleh,” katanya.

Terkait proses hukum yang akan ditempuh orangtua korban, Hendria mengatakan akan mengikutinya.

“Saya ikut sepenuhnya kepada proses hukum kalau sudah ranahnya dilaporkan,” katanya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.