Dugaan Kekerasan Kegiatan Pramuka SMAN 1 Ciamis, Faktor Penyebabnya Harus Diungkap

oleh -73 views
Dugaan Kekerasan Kegiatan Pramuka

INSIDEN24 – Dugaan kekerasan kegiatan Pramuka di SMAN 1 Ciamis, faktor penyebabnya harus diungap.

Hal itu dikatakan Pengamat Sosial Ciamis Endin Lidinillah, MAg, terkait dugaan penganiayaan terhadap anggota Pramuka saat mengikuti pendidikan Kepramukaan yang berada di Gugus Depan SMAN 1 Ciamis.

Menurut Endin, kasus ini patut menjadi perhatian semua pihak.

Terutama untuk memberikan perhatian terhadap korban agar segera pulih kondisi fisik dan terutama psikisnya.

Peristiwa ini juga seyogianya menjadi bahan evaluasi semua pihak, terutama bagi pengurus organisasi Kepramukaan yang ada di Kabupaten Ciamis baik Gugus Depan SMAN 1 Ciamis sendiri, Kwartir Ranting, dan Kwartir Cabang.

“Evaluasi serupa seyogianya dilakukan oleh Bupati Ciamis dan Gubernur Jabar karena pada Pasal 37 dan 38 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2020 yaitu tentang Gerakan Pramuka, pemerintah daerah berwenang melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan Kepramukaan,” ujarnya.

Endin menuturkan, karena dugaan penganiayaan ini terjadi pada saat pendidikan Kepramukaan, maka patut dipertanyakan fungsi-fungsi dari struktur organisasi Kepramukaan tersebut.

“Khususnya Gugus Depan SMAN 1 Ciamis yang membawahi ambalan-ambalan di bawahnya,” kata Endin.

Menurutnya, pada AD/ART Gerakan Pramuka sudah sangat jelas mengatur apa tugas dan tanggung jawab setiap struktur organisasi termasuk tugas Gugus Depan. Salah satunya tugas pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan dalam pendidikan Kepramukaan.

“Apakah fungsi-fungsi tersebut berjalan atau tidak sehingga terjadi peristiwa di atas yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip pendidikan Kepramukaan. Ini yang dipertanyakan publik,” ujarnya.

Dikatakan Endin, salah satu prinsip dalam setiap peristiwa adalah prinsip kausalitas, artinya tidak ada peristiwa yang terjadi serta-merta tanpa ada yang menyebabkannya.

“Oleh karenanya, peristiwa di atas seyogianya dilihat penyebabnya,” tuturnya.

Dugaan Kekerasan Kegiatan Pramuka di SMAN 1 Ciamis, Jangan Jadi Hal yang Biasa

Hasil penelusuran, tambah Endin, menunjukkan ada dugaan perbuatan-perbuatan yang berbau kekerasan terjadi juga pada kegiatan pendidikan Kepramukaan pada angkatan-angkatan sebelumnya. Malah itu dianggap sebagai hal biasa dan bukan kekerasan.

“Artinya ada kemungkinan, anak-anak yang melakukan dugaan kekerasan sekarang terbawa  sebuah ‘tradisi buruk’ yang turun dari angkatan sebelumnya. Inilah yang juga harus digali semua pihak, termasuk aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini,” katanya.

Karenanya, tutur Endin, sesuai dengan Undang-Undang tentang Sistem Peradilan Anak, kasus ini sebaiknya didorong ke arah keadilan restoratif  melalui proses diversi. Yaitu, penyelesaian perkara dengan melibatkan pelaku, korban, dan keluarga pelaku/korban.

“Serta pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan,” katanya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.