Ironis, Sejak Indonesia Merdeka di Tambaksari Tak Ada SLTA, Jadi Kendala bagi Siswa Penerima Bantuan PKH

oleh -0 views
Sejak Indonesia Merdeka

INSIDEN24 – Ironis, sejak Indonesia merdeka di Kecamatan Tambaksari, Kabupate Ciamis, tak ada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kondisi ini menjadi kendala bagi siswa penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Pada Selasa (16/11/2021) pagi,  pendamping PKH dan Pejuang Muda  Kementerian Sosial Kabupaten Ciamis melakukan audiensi ke DPRD Ciamis. Mereka meminta agar ada sekolah negeri setingkat SLTA, baik SMA/SMK di Kecamatan Tambaksari.

Koordinator PKH Kabupaten Ciamis  Indra Maulana SIP, MM, mengatakan sejak Indonesia merdeka secara de facto tahun1945 belum ada sekolah setingkat SLTA di Kecamatan Tambaksari.

“Nah ini yang menjadi kendala bagi para penerima PKH karena ada kewajiban mereka menyekolahkan anaknya dari mulai SD, SMP sampai SMA. Nah untuk sekolah ke tingkat SMA para KPM PKH harus bergeser ke kecamatan lainnya, ” ujarnya.

Lanjut Indra, secara otomatis kalau mereka bergeser sekolahnya ke kecamatan lain, maka bianya pengeluaran akan lebih besar. Sementara bantuan PKH untuk tingkat SMA stimulannya hanya Rp 500 ribu per tiga bulan.

“Sedangkan informasi dari ibu-ibu itu, bianya untuk transportasi saja baik bensin atau angkutan umum, justru per bulanya Rp 600 ribu,” ujarnya.

Sementara, kata Ucu, di Kecamatan Tambaksari ada sekitar 136 anak setingkat SMA yang mendapat bantuan PKH.  “Makanya kami meminta kepada DPRD untuk memfasilitasi kepada pihak pemerintah, pendirian sekolah setingkat SLTA di Tambaksari,” kata Ucu.

Ucu menegaskan, penerima PKH membutuhkan sekolah negeri karena biayanya relatif murah bahkan bisa geratis.

“Kalau mendirikan SLTA swasta sama saja karena relatif banyak pengeluarannya. Nantinya mau ada MAN, SMAN, SMKN, pokoknya negeri,” ucapnya.

Sejak Indonesia Merdeka di Tambaksari Tak Ada SLTA, Ini Jawaban DPRD dan Disdik Ciamis

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis H Nanang Permana SH, mengatakan, terhadap permintaan dari para pendamping PKH pihaknya akan memperjuangkan aspirasi itu. Tentunya  akan berupaya melobi Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Pendidikan Ciamis untuk mendirikan SMAN, SMKN atau MAN.

“Khusnya untuk di Kecamatan Tambaksari akan kami perjuangkan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Asep Saeful Rahmat mengatakan, pada awal tahun 2021 Disdik menerima undangan rapat dari KCD Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat. Tidak lain saat itu meminta rekomendasi sekolah satu atap untuk wilayah Kabupaten Ciamis.

“Pada saat itu kami telah merekomendasikan bahwa untuk lokasinya di Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Panumbangan. Karena untuk wilayah penentuan SMA, SMK maupun MA ada di Disdik Pendidikan Provinsi Jabar,” kata Asep.

“Kami tidak bisa mengintervensi dan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar-lah yang menentukan untuk satu atap di kecamatan tersebut, ” ujarnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.