M Kace Keluhkan Sakit Gigi dan Maag, Sidang Perdana Kasus Dugaan Penistaan Agama Gagal Digelar5

oleh -1 views
M Kace Keluhkan Sakit Gigi

INSIDEN24 – M Kace keluhkan sakit gigi dan maag, sidang perdana kasus dugaan penistaan agama gagal digelar, dan diundur Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ciamis minggu depan.

Sidang perdana pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 10.00 WIB di PN Kelas I B Ciamis, akhirnya batal. Rencananya akan kembali sidang pada 2 Desember 2021 dengan agenda masih sama.

Pantuan Insiden24.com, saat persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat menolak penundaan persidangan. Sampai terjadi perdebatan antara majelis hakim dan kuasa hukum terdakwa dengan JPU.

Bahkan majelis hakim sempat tiga kali melakukan skors dalam persidangan tersebut. JPU meminta persidangan tetap lanjut, bahkan JPU bersedia mendatangkan dokter agar memeriksa M Kace. Namun Majelis Hakim PN Ciamis tetap memutuskan menunda persidangan.

Ketua Majelis Hakim Vivi Purnamawati mengatakan, karena terdakwa sakit maka persidangan tidak bisa dilanjutkan. “Intinya kami tunda hingga tanggal 2 Desember 2021, akan kembali menggelar sidang dengan agenda masih sama,” ujarnya.

Saat menyampaikan pernyataan, Kace langsung meminta izin kepada majelis hakim untuk menunda sidang.

“Pasalnya kalau sidang saya harus konsentrasi penuh, jadi bagaimana bisa konsentrasi kalau kondisi lagi sakit gigi dan maag,” ujarnya.

Kace juga menyatakan mohon tidak mengganggunya yang sedang sakit. “Saya mohon untuk menunda sidang karena benar lagi sakit,” tuturnya kepada majelis hakim.

M Kace Keluhkan Sakit Gigi dan Maag, Sidang Batal

Pernyataan Kuasa Hukum Kace, Kamarudin Simanjuntak SH, sidang ditunda karena terdakwa sakit sehingga harus dibawa berobat.

“Kebetulan sejak di tangkap dan disiksa dalam tahanan, belum pernah dibawa berobat. Padahal badan dia sudah hancur, beberapa kali diare. Tapi kami sudah berulang kali kirim surat, tidak ada yang rela untuk membawa berobat,” ujarnya.

Kamarudin menyampaikan, pernah pihaknya akan membawa dokter ke Bareskrim Polri, namun di tolak dengan alasan tidak ada izin pimpinan. “Padahal dalam undang-undang, itu adalah hak yang bersangkutan,” ucapnya.

Lanjut Kamarudin, majelis hakim sudah sangat bijak menunda persidangan. “Jaksa ingin sidang lanjut, mencari-cari bukti surat kesehatan.

Tapi tak ada, akhirnya persidangan di tunda,” katanya.

Kamarudin menyebutkan, pihaknya meminta sidang di tunda dua minggu, tapi majelis hakim memutuskan mundur seminggu.

“Tapi jaksa seperti tidak puas, yang penting bagi kami terdakwa di pulihkan dulu,” ucapnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.