Nyawa Melayang Akibat DBD Sudah Enam Orang, Pemkab Ciamis Perlu Serius Tangani DBD

oleh -0 views
Nyawa Melayang Akibat DBD

INSIDEN24 – Nyawa melayang akibat DBD (Demam Berdarah Dengue) sudah enam orang pada tahun 2020 dan 2021. Karenanya hal ini perlu penanganan serius Pemkab Ciamis.

Menurut Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahaswa Islam (HMI) Cabang Ciamis Ilham Nur Suryana, persoalan masyarakat saat ini yaitu DBD jangan dianggap enteng.

“Kami ketahui salah satunya pada musim penghujan ini adalah persoalan DBD yang merupakan penyakit  berbahaya,” katanya, Senin (1/11/2021).

Kata Ilham,  berdasarkan data yang dihimpun HMI Ciamis, di Kabupaten Ciamis Penyakit DBD pada tahun 2020 adalah 497 orang terkena DBD, lima diantaranya meninggal dunia.  Kemudian selama bulan Januari sampai Agustus tahun 2021 ada 114 kasus dan satu meninggal.

“Jadi, total nyawa melayang karena DBD ada enam orang dalam kurun waktu kurang dua tahun.  Bahkan pada bulan-bulan ini tahun 2021 muncul ada sekitar satu kasus di  Rumah Sakit Permata Bunda (RSPB) Ciamis,” ujarnya.

Ilham menyampaiakan, kasus DBD akhir-akhir ini perlu menjadi perhatian Pemkab Ciamis, mengingat aspek kesehatan masyarakat.

“Termasuk terhadap 11 program unggulan bupati yakni peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Ungkap llham, melihat dari strategi dan arah kebijakan yang tercantum pada RPJMD, dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan serta kesehatan lingkungan dengan arah kebijakan, berupaya meningkatkan promosi kesehatan.

“Saya kira pemberdayaan masyarakat itu harus mewujudkan lingkungan sehat, dan meningkatkan layanan kesehatan,” tuturnya.

Ilham menyebutkan,  dalam upaya pencegahan dini penyebaran penyakit DBD, puskesmas memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Itu merupakan upaya peningkatan kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan masyarakat.

“Selain itu puskesmas memiliki tugas wajib dalam upaya promosi kesehatan. Upaya kesehatan lingkungan, perbaikan gizi masyarakat,  pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan pengobatan,” tuturnya. (Ceng/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.