Survey Lokasi, Pemasangan Petunjuk Arah dan Brifing, Dilakukan Tiga Hari Sebelum Tragedi Maut di Sungai Cileueur

oleh -0 views
Survey Lokasi

INSIDEN24 – Survey lokasi, pemasangan tanda-tanda petunjuk arah dan brifing dilakukan Panitia Tadabbur Alam MTs Harapan Baru Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis tiga hari sebelum tragedi maut yang menelan 11 korban meninggal siswa sekolah tersebut.

Hal itu dikatakan Humas MTs Harapan Baru Dandeu Rifai Hielmy. Menurutnya kegiatan ini telah menjadi program  madrasah, masuk ke RPP dan sebagainya.

“Kemudian sebelum tanggal 15 Oktober kejadian kemarin, tiga hari  sebelumnya survey lokasi. Dari mulai pemasangan tanda-tanda, penunjuk arah, segala rupa kami lakukan,” ujarnya.

Kemudian, tanggal 15 brifing dulu di sekolah. “Judul kegiatannya tadabbur alam, memperkenalkan lingkungan madrasah dan memang ada perjalanan menyusuri bantaran sungai,” ujarnya.

Kata Dandeu,  pesertanya ada 145 orang dari kelas 7 MTs Harapan Baru. Guru pembina ada 12 orang, dibantu kakak pembina.

“Kalau di kepanduan Pramuka istilahnya kelas 9 itu adalah Garuda, jumlah 10 orang. Ada yang baru lagi kakak tingkat SLTA dari MAN itu ada 15 orang.BJadi jumlah keseluruhannya 185 oranga,” ujarnya.

Kata Dandeu, jumlah yang menjadi korban ada 13 orang, dua selamat di RSUD Ciamis. Sedangkan yang 11 orang meninggal dunia.

“Kami pun fokus kepada penanganan pra kejadian, dengan mengupayakan bantuan BPBD, Basarnas dan masyarakat sekitar. Tentunya yang paham dengan lokasi sekitar,” ujarnya.

Pihaknya bersyukur, semua korban meninggal saat itu bisa di temukan dan di mandikan di RSUD Ciamis.

“Kemudian atas permintaan RSUD dan Pemkab Ciamis agar di jemput orangtua, semuanya telah di jemput,” katanya.

Dandeu menyampaikan, pihaknya ingin menghaturkan bela sungkawa kepada seluruh keluarga yang di tinggalkan semoga di berikan ketabahan. “Semoga tetap tegar atas kejadian ini,” ucapnya.

Kata Dandeu,  mengenai kegiatan ini Insya Alloh akan di evaluasi, tentunya  di topang aturan Kemenag. “Nanti juga kami akan langsung pembatasan juga. Khususnya di lingkungan pesantren untuk kegiatan-kegitan ekstrakurikuler , baik itu Pramuka ada Kepanduan maupun kegiatan lain,” ujarnya. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.