Tragedi 11 Siswa MTs Harapan Baru Meninggal Saat Susur Sungai, AtaliaTegaskan Bukan Kegiatan Pramuka

oleh -0 views
Tragedi 11 Siswa MTs

INSIDEN24 – Tragedi 11 siswa MTs Harapan Baru meninggal saat kegiatan susur sungai, menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan.

Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Barat Atalia Praratya pun berkunjung ke sekolah tersebut di Kompleks Pondok Pesantren Cijantung Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, sekaligus ke lokasi tenggelamnya 11 siswa di Leuwi Ili Sungai Cileueur Desa Utama Kecamatan Cijeungjing bersama Bupati Ciamis Herdiat Sunarnya.

Atalia menyebutkan, berita yang muncul simpang siur. Menurutnya, kegiatan susur sungai itu bukan kegiatan Pramuka.

“Karena, MTs yang bersangkutan bukan termasuk Gugus Depan Pramuka, termasuk tidak melaksanakan ekstra kurikuler Pramuka, tapi ini adalah panduan mandiri secara rutin oleh MTs tersebut.

Kami sampaikan, Pramuka memiliki pedoman yang sudah sangat matang disusun. Termasuk ada manajemen risiko, terkait dengan kegiatan di dalamnya ada susur sungai. Jadi kami sangat mengikuti aturan pemerintah,” ujar Atalia yang juga istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil itu.

Ucap Atalia, Bupati Ciamis juga telah mengeluarkan surat edaran PTM terbatas. “Sehingga kegiatan-kegiatan tertentu khusunya kegiatan-kegiatan lapangan tidak kami dorong.

Jadi lebih kepada kegiatan-kegiatan di sekolah,” katanya.

Tragedi 11 Siswa MTs Harapan Baru, Sebagai Pembelajaran

Atalia menyampaikan, apapun yang terjadi saat ini merupakan kehendak Yang Maha Kuasa. “Musibah yang tidak bisa kita hindari, tidak perlu menyalahkan siapa pun. Musibah ini luar bisa dan menjadi keprihatinan semua, tentu rasa sedih semua pihak. Termasuk orangtua, sekolah, masyarakat Jawa Barat. Tentu kita doakan kepada Almarhum dan Almarhumah agar ada di sisi Allah SWT, ahli surga dan syahid semuanya,” tuturnya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyebutkan, kegiatan ini sebenarnya sudah ada regulasi dan aturan. Termasuk PTM di Ciamis sistem bertahap 25% dan 25%, makanya kegiatan tidak boleh dilakukan bersama-sama.

“Ini sebagai pembelajaran, jangan sampai ada kejadian lagi, tidak terulang lagi. Sebenarnya kejadian seperti ini berulang di Sleman dan Jakarta, dan terulang lagi di Ciamis. Saya juga prihatin dengan kejadian ini,” katanya.

Diberitakan Insiden24.com sebelumnya, kegiatan susur sungai di Kabupaten Ciamis, berakhir maut. Sebanyak 11 pelajar MTs Harapan Baru meninggal dunia, Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 15.30 di Sungai Cileueur Leuwi Ili Dusun Wetan RT 01 RW 01 Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing.

Informasi yang dihimpun, korban pelajar MTs Harapan Baru semuanya ada 13 orang. Dua korban lainnya yakni Fabian Fasya Firmansyah (14) dan Pembina 1 Yama (24) di rawat di ICU RSUD Ciamis. (Ceng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.